Besok, Ekspor Ikan Perdana Dilaunching di Biak

Rapat persiapan ekspor ikan yang dipimpin langsung oleh Sekda Kabupaten Biak Numfor Markus O. Masnembra, SH.,MM di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Biak Numfor, Kamis (26/8) kemarin. (Fiktor/Cepos)

BIAK-Launching terhadap ekspor ikan ke luar negeri yang disedianya digelar, Kamis (26/8) kemarin, diundur menjadi Sabtu (28/8) besok. Pengunduran ini karena beberapa kendala teknis, salah satunya akses penerbangan yang masih menjadi pertimbangan, sehingga launching terpaksa diundur.
Lauching itu rencananya akan dilakukan langsung oleh secara virtual oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd ditandai dengan pengiriman Lobster, Kepiting dan Loin Luna ratusan kilo gram dengan menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air.
Lobster dan kepiting yang akan dikirim itu dalam keadaan hidup, sementara ikan Loin Tuna sudah dalam keadaan ikan beku. Launching itu menandai bahwa Pemerintah Kabupaten Biak Numfor untuk jangka panjang terus akan melakukan ekspor hasil laut, khususnya yang memiliki nilai ekspor tinggi seperti ikan tuna, kepiting dan lobster.
“Launching yang dilakukan ini, ikan ataupun Lobster dan kepiting yang dikirim jumlahnya masih terbatas. Nanti untuk pengiriman selanjutnya itu yang sudah mulai banyak dan terus akan dipersiapkan, intinya dengan launching ini menandakan bahwa Kabupaten Biak Numfor cukup serius dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya kelautan yang kita miliki,” ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Biak Numfor Efendi Igiriza, S.Pi.,MM kepada Cenderawasih Pos di sela-sela mempersiapkan acara launching ekspor ikan tersebut.
Menurutnya, ikan-ikan tuna yang akan diekpsor tetap akan memberdayakan masyarakat, bahkan untuk sementara semua ikan masyarakat nelayan yang dibeli. Hanya saja diminta supaya dalam mengambil ikan, para nelayan memperhatikan kualitas ikan yang akan dikirim atau diekspor.
“Ikan tuna ini tidak semua sama, ada tiga klasifikasi, antara lain ikan tuna dengan A, B dan C. Yang dinyatakan kelas A memiliki daging cukup merah, kelas B agak merah dan kelas C dagingnya terlihat tidak terlalu merah dan pucat, dan yang sementara banyak dikumpul yang kelas C, memang awal-awalnya banyak tuna kelas A yang dibawa ke cold storage,” ujar Efendi.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *