Komnas HAM: Mendatangkan Brimob untuk Mengamankan PON Itu Penting

Personel Brimob Polda Papua saat melakukan pengamanan beberapa waktu lalu, dimana saat pelaksanaan PON mendatang Polda Papua akan mendatangkan Brimob Nusantara. (Elfira/Cepos)

JAYAPURA – Euforia menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasioanal (PON) Oktober mendatang perlahan mulai terlihat, pembuatan souvenir, peninjauan lokasi Venue PON hingga rencana mendatangkan ratusan personel Brimob Nusantara untuk mengamankan pelaksanaan PON.
Terkait dengan ratusan personel yang akan didatangkan di Papua untuk mengamankan PON, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Papua menganggap itu hal yang wajar.
“Sepanjang Polda Papua meminta ada perkuatan personel untuk event PON itu sah saja, karena tentu mendatangkan banyak orang dari luar Papua hingga berkonsekuensi terhadap adanya gangguan,” ucap Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey kepada Cenderawasih Pos, Selasa (24/8).
Menurut Frits, mendatangkan pasukan personel Brimob dalam rangka pengamanan PON itu penting berapapun jumlahnya. Sebagaimana para atlet harus diberi rasa nyaman dan merasa aman selama berada di Papua tempat dimana terselenggarannya PON. “Keamanan atlet harus dijaga, sehingga mereka tidak terganggu dalam mempersiapkan berbagai pertandingan yang akan diikutinya,” kata Frits.
Frits juga mengingatkan, sebelum pasukan didatangkan di Papua dalam rangka mengamankan PON. Anggota terlebih diberi pembekalan dan harus diarahkan termasuk harus tahu dengan budaya dan situasi di Papua . “Yang pasti harus ada batasan dan harus dikendalikan oleh Polda Papua ,” tegasnya.
Frits juga meminta masyarakat nantinya jangan mempolitisir soal kedatangan pasukan Brimob tersebut ke Papua saat pelaksanaan PON, sebab kedatangan mereka untuk kepentingan keamanan saat PON.
Sebelumnya Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan September mendatang pihaknya mulai mengeser pasukan dari Brimob Nusantara dengan jumlah sebanyak enam kompi. “Ada enam kompi Brimob Nusantara yang kami hadirkan di Papua dalam rangka mengamankan PON, mereka nantinya akan kami geser ke beberapa cluster yang menjadi tempat pelaksanaan PON,” kata Kapolda. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *