Kapal Isoter Lebih Minim Pengeluaran

YULI RAHMAN. (dok/CEPOS)

JAYAPURA- Menjalankan fungsi pengawasan dan anggaran terhadap kinerja Satgas Covid 19 Kota Jayapura, Ketua Pansus Covid 19 DPRD Kota Jayapura, Yuli Rahman, menjelaskan bahwa kapal isoter (isolasi terapung) KM Tidar menelan pengeluaran yang lebih minim dibandingkan penyewaan Hotel Sahid Jayapura maupun LPMP Kotaraja sebagai tempat isolasi mandiri Kota Jayapura.
“Jadi, jangan dikira dari Satgas Covid 19 Kota Jayapura itu menggelontorkan banyak anggaran untuk penyelenggaraan isoter. Sebaliknya, yang kapal isoter ini minim anggaran, di mana ini bantuan yang diberikan Kementerian Perhubungan cukup besar,” jelas Yuli Rahman kepada Cenderawasih Pos, Selasa (24/8) kemarin.
Sedangkan Pemkot Jayapura hanya mempersiapkan tenaga kesehatan (nakes) untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga kota yang terpapar Covid 19 dengan tanpa gejala maupun gelaja sakit ringan di atas kapal.
“Karena ada juga bantuan dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan Kementerian Kesehatan. Makanya, kita sangat bersyukur bantuan kapal isoter ini bisa menghemat anggaran. Sedangkan seperti halnya di LPMP itu menggelontorkan anggaran lebih untuk konsumsi. Sedangkan di kapal isoter, ada bantuan dari BNPB dan PT Pelindo. Dengan demikian, kita bisa menurunkani budget kita dalam penanganan Covid 19,” tambahnya.
Sementara itu, Sekjen Kemenhub RI, Djoko Sasono, menjelaskan bahwa kapal isoter milik PT Pelni merupakan suatu wujud kesadaran pihaknya dalam rangka memenangkan peperangan dengan Covid 19.
“Kita yakin, di bawah kepemimpinan Pak Wali Kota Jayapura sebagai ketua Satgas Covid 19 Kota Jayapura, kita bisa bersama-sama melaksanakan tugas penanganan Covid 19, dan semoga Tuhan memberikan kelancaran, sehingga kita bisa segera bebas dari pandemi Covid 19 ini,” tambah Sjoko Sasono.
Adapun, Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., menjelaskan, pada saat 2020 Pemkot Jayapura menyewa Hotel Sahid sebesar Rp 4 miliar lebih untuk tempat isolasi mandiri terpadu, tingkat kesembuhan pasien mencapai 86 persen. Kemudian, pada 2021 menyewa LPMP Kotaraja sebesar Rp 1 miliar, tingkat kesembuhannya mencapai 96 persen.
“Olah sebab itu, dengan kapal isoter KM Tidar ini diharapkan tingkat kesembuhannya mencapai 100 persen. Pasien di kapal ini akan menikmati terbitnya matahari, terbenamnya matahari, menyaksikan Kota Jayapura di waktu malam bak Hongkong, sehingga menambah imunitas, mendorong mereka sembuh lebih cepat,” tambah Dr. Benhur Tomi Mano, MM. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *