Befa Tegaskan Tak Lakukan Lobi Partai ke Jakarta

Befa Yigibalom SE. M.Si ketika bersama Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP., MH., di Kabupaten Lanny Jaya tahun 2019 lalu. (Dok Cepos)

*Siapapun Nama Diusung 9 DPP Harus Diterima
TIOM-Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom, SE., M. Si., yang juga sebagai ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan lobi ke 9 DPP partai politik yang tergabung dalam Koalisi Lukmen Jilid II di Jakarta terkait rekomendasi partai politik yang mengusung calon Wakil Gubernur Provinsi Papua.
“Silakan para juragan berlobi di Jakarta. Siapapun dua nama yang diturunkan 9 DPP partai politik pengusung, kita terima dan dukung,” tegasnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (24/8).
Befa menegaskan bahwa dirinya tidak perlu ke Jakarta untuk melobi 9 DPP. Ia menilai dua partai yang telah mendukung telah cukup untuk mengusung dirinya sebagai calon Wagub Papua yakni PKS dan Partai NasDem. Karena kedua partai tersebut adalah partai idealis, visioner dan sangat tidak mengenal budaya mahar.
Selain itu, dirinya meminta kepada tokoh politik di Papua atau siapapun untuk tidak mengaitkan kesehatan Gubernur Papua dengan pemilihan Wagub Papua yang saat ini menunggu rekomendasi 9 partai pengusung di tingkat DPP.
“Stop bawa isu kesehatan gubernur dan nama rakyat Papua, untuk kepentingan politik pribadi atau kelompok. Pak Gubernur akan baik-baik saja kesehatannya dan diberkati oleh Tuhan. Keluarkan kata-katamu yang positif bahwa Pak Gubernur sehat dan umur panjang. Siapa kamu yang pegang kendali kesehatan dan umur manusia, stop ya. Tuhan akan melindungi dan memberikan kesehatan kepada Pak Gubernur,” ucapnya.
Dirinya juga menegaskan bahwa Gubernur Papua dan juga rakyat Papua akan baik-baik saja dan semua persoalan hendaknya diserahkan kepada Tuhan sehingga Tuhan pasti jaga Papua dan masyarakat Papua.
Befa juga dengan sangat tegas mengatakan bahwa Papua adalah milik bersama. Sehingga isu Wagub tidak perlu dibawa kepada kepentingan pribadi dan semua orang harus menghormati mekanisme yang ada saat ini. Dimana saat ini mekanisme di daerah telah selesai dan tinggal menunggu mekanisme dari nasional.
“Rakyat Papua akan baik-baik saja dan Tuhan yang jaga Papua kita. Akhirnya jangan kelola isu Wagub Papua, kayak kopu (kamu) barang pribadi. Papua milik kita bersama kita ikuti mekanisme. Mekanisme lokal sudah selesai kita tunggu mekanisme Nasional,” pungkasnya.(gin/nat)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *