Banyak Warga Tak Paham Dengan Ganjil Genap

Anggota Lantas saat mengatur lalulintas di ruas jalan tempat diterapkannya ganjil-genap, tepatnya di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Irian, Selasa (24/8). (Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Minggu kedua simulasi penerapan ganjil genap yang dilakukan di Kota Jayapura, masih ada sebagian pengguna jalan yang tidak paham ketika menggunakan kendaraan bernomor polisi ganjil atau genap dia harus melewati jalur mana.
Padahal, di sepanjang jalan tempat simulasi yakni Jalan Ahmad Yani dan Jalan Irian tepatnya Jembatan Overthom, anggota lantas berdiri dengan memegang papan penunjuk arah ganjil-genap. Bahkan, ada juga kendaraan yang bernomor ganjil menerobos ke jalur genap begitu juga sebaliknya.
Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, AKP. Vicky Pandu menyampaikan, minggu kedua pelaksanaan simulasi ganjil-genap ditemukan masih banyak pengguna jalan yang belum paham.
“Masih banyak yang belum paham dengan penerapan ini, namun tidak masalah. Yang penting  kita sampaikan tujuan kita, inikan masih tahap uji coba ganjil-genap,” kata Vicky Pandu kepada Cenderawasih Pos, Selasa (24/8).
Dikatakan, simulasi penerapan ganjil-genap akan terus dievaluasi setiap minggunya oleh pimpinan. Sebagaimana, sebelumnya simulasi dilakukan di depan Pos Sagu Indah Plaza (SIP), namun saat dilakukan evaluasi. Terjadi penumpukan kendaraan di Varian tepatnya Pasar Pagi.
“Dari evaluasi tersebut sehingga kita perkuat di Bank Papua dimana sasarannya adalah Jalan Ahmad Yani,” terang Kasat  Lantas yang memimpin langsung penerapan ganjil genap yang diberlakukan selama satu jam sejak pukul 16:00 WIT hingga 17:00 WIT.
Adapun simulasi penerapan ganjil genap hingga 31 Agustus, nantinya akan diveluasi oleh pimpinan kinerja di lapangan termasuk respon dari masyarakat terkait dengan penerapan tersebut.
“Apabila dipandang efektif maka akan dipermanenkan dengan dasar hukum baik itu peraturan gubernur ataupun peraturan wali kota,” kata Vicky.
Sebanyak 16 personel Lantas Polresta Jayapura Kota dibackup Lantas Polda Papua dilibatkan dalam penerapan ganjil-genap Selasa (24/8) kemarin.
Kasat Lantas menyebut, sebelumnya simulasi ganjil-genap direncanakan diberlakukan di tiga titik yakni Jalan Ahmad Yani, Entrop dan Abepura. Namun, keterbatasan anggota sehingga titik fokus saat ini di Jalan Ahmad Yani.
Sementara itu, Fredi salah satu warga menyampaikan, penerapan ganjil genap hanya menjadi ketimpangan, karena muncul rasa cemburu dan ketidakadilan.
“Penerapan aturan boleh saja diterapkan, namun harus seimbang dan ada solusi lain yang diberikan. Ini bisa menimbulkan konflik sosial di masyarakat,” kata Fredi. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *