Akses Pelintas Batas Tradisional di PLBN Sota Ditutup

Elias Mithe, SSTP (dok/Cepos)

MERAUKE-Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Badan Pengelolaan Perbatasan Kabupaten Merauke menutup akses pelintasan bagi pelintas batas warga PNG yang ada di sekitar perbatasan di PLBN Sota.
“Mulai tadi malam kami sudah tutup. Tidak ada pelintasan lagi sampai PLBN Sota diresmikan oleh Presiden Jokowi,” kata Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Kabupaten Merauke Elias Mithe, S.STP, kemarin.
Diketahui, meski terjadi peningkatan kasus Covid-19 di PNG maupun di Kabupaten Merauke, namun pemerintah Kabupaten Merauke masih memberikan kebijakan kepada warga PNG yang ada di sekitar garis perbatasan kedua negara untuk datang ke Indonesia melalui Sota untuk membeli kebutuhan sembako.
Setiap minggunya, kata Elias Mithe pintu pelintasan di PLBN Sota tersebut dibuka 3 kali dalam seminggu. Kebijakan ini, karena menurut Elias Mithe, bahwa jarak antara Mohed dengan Porth Moresby, ibukota negara PNG sangat jauh. Di bagian Selatan di Mohed, kasus Covidnya cukup rendah.
Alasan kedua, bahwa warga PNG yang ada di sekitar garis perbatasan kedua negara itu menggantungkan kebutuhan sembako mereka ke Indonesia khususnya di Sota. “Kita akan buka lagi setelah PLBN Sota diresmikan,” katanya.
Terkait dengan rencana peresmian PLBN Sota tersebut, Elias Mithe menjelaskan bahwa saat ini segala sesuatunya tengah dipersiapkan di PLBN Sota. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *