Nasib 370 Guru Honorer Belum Jelas

Guru Honorer  yang mendatangi DPRD Merauke kemarin. Kedatangan  mereka ke DPRD Merauke untuk bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke Thiasoni Betaubun, Senin (23/8). (Sulo/Cepos)

Selama 6 Bulan Terakhir Belum Terima Honor   

MERAUKE-Nasib 370 guru honorer lingkup Dinas Pendidikan dan  kebudayaan Kabupaten Merauke sampai sekarang belum jelas. Pasalnya, 370 guru honorer tersebut selama 6 bulan terakhir  belum terima honor mereka.

  Raches Manufandu, S.Pd, koordinator dari   para guru honorer  ini saat di gedung DPRD Kabupaten Merauke menjelaskan  bahwa guru  honorer yang belum  terima honorer ini adalah guru honorer yang surat keputusan (SK) honor secara kolektif.

   “Kalau  untuk nota dinas  itu sudah terima setelah kami  bertemu dengan Pak Bupati beberapa waktu lalu. Tapi  teman-teman yang dengan SK kolektif ini  yang belum ada SK  pembayaran sampai sekarang,’’ kata Raches.

   Dikatakan,  pada bulan Juni lalu pihaknya ketemu dengan Bupati Merauke dan saat itu bupati minta stafnya  untuk  menyelesaikan persoalan tersebut. Namun sampai sekarang ini kami belum mendapatkan kejelasan,” katanya.

   Pada Jumat  lalu, lanjut Raches Manufandu, pihaknya ketemu dengan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Merauke Thiasoni Betaubun dan disampaikan jika  untuk guru hononer dengan SK kolektif  belum ada SK pembayaran  honorernya.

  “Jadi beliau minta kesediaan kami  bersama Kasubag  Ibu Meri untuk ke Bagian Hukum  Setda Kabupaten Merauke untuk  menanyakan SK pembayaran. Tapi tadi setelah kami ketemu dengan bagian hukum mereka sampaikan bahwa Bapak Kadis dari awal tahun  sampai bulan ini sama sekali  belum menghadap bupati  untuk menyelesaikan persoalan ini. Jadi kami diarahkan bagian hukum untuk   bertemu pak kadis. Tapi karena  Pak Kadis Pendidikan ada di Dewan, sehingga kami datang ke sini,’’ katanya.

    Raches menyebut bahwa  jumlah guru honorer  yang belum terima honor selama 6 bulan tersebut sebanyak 370 orang. “Baru 2  bulan dibayar saat pemerintahan pak Frederikus Gebze. Sementara mereka yang SK kolektif   ini hanya melaksanakan tugas di sekolah tapi kejelasan honorernya belum ada sama sekali,” pungkasnya.

   Kepala Dinas  Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke Thiasoni Betaubun, SSos, MM. MPd , mengungkapkan  bahwa anggaran  untuk 370 guru honorer dengan SK kolektif tersebut telah tersedia di dalam DPA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke tahun 2021. “Yang belum adalah SK pembayaran dari  bupati.  Rencananya,  hari ini saya  akan menghadap pak bupati  untuk nasib teman-teman guru honorer dengan SK kolektif ini,” pungkasnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *