Jacksen Masih Berharap Ada Penambahan Pemain

Jacksen F. Tiago. (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Persipura Jayapura masih memiliki kesempatan untuk menambah satu pemain asing untuk melengkapi slot. Pasalnya tim berjuluk Mutiara Hitam itu baru memiliki tiga pemain asing, Yevhen Bokhasvili, Hendrique Motta dan Takuya Matsunaga untuk slot asia.

Pelatih kepala Persipura, Jacksen F. Tiago sendiri berharap timnya bisa mendapatkan satu tambahan amunisi asing untuk mengarungi kompetisi BRI Liga 1 musim ini. Ia masih berambisi untuk memenuhi empat slot asing mereka.

“Kita masih punya satu slot untuk menambah pemain asing, ya semoga dalam waktu dekat ada sebuah mukjizat dan kita bisa mendapatkan pemain asing yang ke empat. Itu yang menjadi salah satu harapan saya dan kemungkinan itu ada,” ungkap Jacksen Tiago.

Tapi menurut Jacksen, untuk menambah satu pemain asing lagi bukan hal yang mudah. Menurutnya, manajemen Persipura harus bersaing dengan kontestan liga 1 lainnya, termasuk tim Liga 2 yang memiliki finansial yang kuat.

“Kita memang masih punya satu slot pemain masing, tapi penambahan pemain itu tidak mudah dan sekarang bukan hanya liga 1 ada juga liga 2, beberapa tim yang punya kekuatan finansial cukup baik dan tidak mudah untuk mendapatkan pemain,” ujar Jacksen.

Selain itu, pelatih berusia 53 tahun itu juga membeberkan, bahwa saat ini salah satu pemain pentingnya, Todd Rivaldo Ferre sudah bergabung dengan rekan-rekannya di Batu Malang dan masing menunggu dua pemain lainnya yang belum juga bergabung, yakni Gunansar Mandowen dan Israel Wamiau.

“Todd sudah gabung ada masih ada dua pemain yang belum gabung, Gunansar dan Israel,” kata Jacksen.

Tapi Jacksen tak ingin menjelaskan secara detail alasan keduanya belum bisa bergabung di Batu Malang. Pelatih asal Brasil itu hanya menyebutkan bahwa kedua pemainnya itu memiliki persoalan pribadi yang harus diselesaikan lebih dulu.

“Keduanya berhubungan dengan masalah pribadi, masalah kesehatan maupun sebuah persoalan pribadi dan saya rasa tidak bicara secara umum tapi ada sebuah persoalan pribadi yang tidak mungkin mereka berada di sini (Batu). Gunansar maupun Israel dan mau tidak mau kita harus memahami itu, kita ada dalam masa pandemi dan tidak mudah mengatasi persoalan yang terjadi kepada mereka berdua,” pungkas Jacksen. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *