Ganjil-Genap untuk Cek Kesiapan Daerah

Sejumlah anggota gabungan TNI-Polri dan Satpol PP ketika melakukan pengamanan ganjil-genap bagi kendaraan di Kota Sentani, Jumat, (21/8). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus WA Maclarimboen, mengatakan, saat ini pihaknya sedang menerapkan aturan ganjil genap di Kota Sentani.

Menurutnya, salah satu tujuan dari penerapan aturan ini adalah untuk mengetahui kesiapan daerah dalam rangka menyambut PON XX 2021, agar tidak terjadi kemacetan.

“Ini untuk mengetahui kesiapan daerah dan aparat dalam merekayasa lalu lintas,”jelas AKBP Hendrickus WA Maclarimboen saat dikonfirmasi wartawan di Mapolres Jayapura, Senin (23/8).

Dia mengatakan, sebenarnya ada beberapa tujuan dari pelaksanaan aturan ganjil genap kendaraan di Kota Sentani itu. Pertama untuk mengurangi volume kendaraan di jalan, kemudian dalam konteks PPKM guna membatasi ruang gerak mobilisasi manusia dan kendaraan.

Lebih lanjut dia mengatakan, penerapan aturan ganjil genap ini sebenarnya bukan mengalihkan arus lalu lintas, tapi sebenarnya untuk mengurangi volume kendaraan di jalan.

“PON ini akan didukung oleh akomodasi terutama transportasi,  kita belum tahu berapa. Apakah bis yang dipakai ini dengan kapasitas 80 orang atau kurang dari 80,”ungkapnya.

Diungkapkan, terkait dengan masalah lalu lintas ini sebenarnya tergantung pada kesadaran pengguna jalan itu. Baik itu pejalan kaki ataupun pengendara itu sendiri. Sebagai contoh, misalnya kendaraan yang berhenti di jalan, seharusnya berhenti di bahu jalan. Akibat pelanggaran seperti ini akan terjadi pelambatan.

“Kalau dibilang macet tidak ada, tapi kalau perlambatan pasti ada, “tandasnya.

Dia menjelaskan, setelah dilakukan evaluasi dengan Direktorat Jenderal Lalu Lintas, khusus untuk kabupaten dan kota, yang seeblumnya dibagi dalam tiga kelompok jam, selanjutnya hanya akan dibagi dua kelompok jam.

Dia mengakui, penerapan kebijakan ini memang belum maksimal untuk diterapkan oleh masyarakat. Meskipun pihaknya sudah mensosialisasikan hal ini agar masyarakat atau pengendara paham aturan lalu, kemudian ditindaklanjuti. Karena itu, pemberlakukan aturan ini kemudian dianggap menimbulkan masalah kerumunan pengendara yang terjaring.

“Kondisi jalan di Sentani ini kan hanya satu jalan utama, tidak ditunjang oleh jalan arteri yang lainnya.  Sebenarnya tidak diarahkan untuk harus putar balik,  tapi pengemudi ini kan dia tidak putar balik, dia malah nunggu dulu.  Sampai selesai baru dia lewat, menunggu ini yang kemudian menjadi titik orang terkumpul,”ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, penerapan ganjil-genap ini tidak berlaku di semua jalan, hanya di ruas jalan tertentu saja.  Sehingga kepada masyarakat yang mempunyai kendaraan dengan nomor plat sesuai ketentuan yang tidak boleh beraktivitas pada jam tertentu,  semestinya pada jam yang ditentukan itu tidak boleh melintas. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *