Dua Pekerja Proyek Dibunuh dan Dibakar KKB

Salah satu jenazah pekerja jembatan yang dibuhun di Kabupaten Yahukimo saat dievakuasi ke Bandara Mozes Kilangin, Timika, Kabupaten Mimika, Senin (23/8). Insert, salah seorang anggota Polri yang terkena rekoset peluru di leher saat kontak tembak dengan KKB. (Humas Polda Papua for Cepos)

*Kontak Tembak dengan KKB, 4 Polisi Terkena Rekoset

JAYAPURA-Teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo belum usai.

Setelah melakukan penyerangan terhadap pekerja jembatan PT. Papua Cremon hingga tewas di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo tanggal 26 Juni 2021 lalu, kemudian melakukan perampasan milik aparat, pembunuhan terhadap pemilik kios, pembakaran sawmill dan dua unit rumah warga, KKB diduga membunuh dua karyawan PT. Indo Mulia Baru di Sungai Brazza, Kampung Kribun, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Minggu (22/8).

Dua karyawan PT Indo Mulia Baru yang meninggal yakni Rionaldo Raturoma dan Dedi Imam. Kedua korban setelah dibunuh, langsung dibakar bersama mobil yang dikendarainya saat itu.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, anggota sedang mendalami kasus ini. Pihaknya juga telah mengirim tim dari Polda Papua untuk menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Saya sudah kirim kekuatan di sana (Yahukimo-red). Kami akan melakukan secara baik tanpa menimbulkan masalah lain,” terang Kapolda.

Kapolda menyayangkan pembunuhan tersebut, dimana harusnya semua pihak sudah memberikan ketenangan dalam menyambut PON.

Mathius Fakhiri berharap tidak ada lagi hal-hal yang menganggu kenyamanan di tanah Papua, sehingga bisa memasuki pelaksanaan PON dengan baik.

Disinggung apakah pelaku pembunuhan dua karyawan PT Indo Mulia Baru sama dengan pelaku  pembunuhan pemilik kios dan pembakaran rumah, Kapolda menerangkan semua kemungkinan itu ada. Hanya saja perlu dilakukan penyelidikan.

“Saya biarkan teman-teman dari Polres Yahukimo, Nemangkawi dan Dirkrimum yang ada di Yahukimo untuk melakukan penyelidikan secara lengkap,” kata Kapolda.

Kapolda juga meminta anggota yang ada di lapangan untuk berhati-hati dalam penanganan kasus ini. Segala kemungkinan harus diwaspadai untuk menghindari korban baru.

“Kita tidak mau ada korban baru, baik dari aparat khususnya. Karena di situ ada senjata dan amunisi serta ada dampak lain dari tindakan itu. Jika ada masyarakat yang menjadi korban maka akan dipelintir. Apalagi kita mau menuju PON,” papar Kapolda.

Ia juga mengimbau para pekerja yang berada di daerah rawan untuk tidak mengorbankan nyawanya demi perutnya. Begitu juga para pengusaha yang mempekerjakan karyawannya untuk memperhatikan keselamatan karyawannya yang bekerja.

Disinggung apakah ada indikasi KKB mengincar pekerja jalan dan ataupun pekerja jembatan, Kapolda menyampaikan semua kemungkinan pasti ada. Tetapi perlu melihat data di lapangan.

“Mereka yang menyerang para pekerja, tenaga kesehatan dan guru bagi saya adalah tidak punya kemanusiaan. Hingga patut disamakan degan hewan. Guru dan tenaga kesehatan adalah mereka yang mencerdaskan generasi orang Papua. Jangan lakukan hal hal yang salah kepada mereka,” tegas Kapolda.

Sementara itu, menanggapi Ferianus Asso (29) korban penembakan di Yahukimo pada tanggal 16 Agustus lalu yang sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara lalu meninggal pada Minggu (22/8) dini hari, menurutnya telah diserahkan kepada pihak keluarga.

“Kita sudah serahkan jenazahnya kepada keluarga, prosesnya ditangani Polres Yahukimo. Kita hanya menangani lukanya,” terangnya.

Pihak rumah sakit sudah melakukan penanganan medis, namun kondisi korban saat itu sedang kritis dan ketika dibawa ke rumah sakit kondisinya sudah tidak membaik.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, dua karyawan PT Indo Mulia Baru diduga dibunuh oleh KKB di Sungai Brazza, Kampung Kribun, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Minggu (22/8)

“Saat ini personel masih melakukan pengejaran terhadap KKB, untuk situasi di Yahukimo kondusif,” kata Kamal, Senin (23/8).

Dari keterangan seorang saksi disebutkan kejadian bermula saat kedua korban mengantar tiga orang warga ke Kali Yegi sekitar pukul 15.00 WIT.

Tak lama kemudian datang Kepala Desa Kiribun ke kamp induk PT. Indo Papua untuk memberi tahu bahwa dirinya telah diberi tahu oleh anak Kampung Kiribun yang melihat ada 2 orang yang dibakar bersama mobil di kali Brazza di Jalan Gunung.

Saksi lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polres Yahukimo. Pada pukul 15.41 WIT, Kasat Reskrim Polres Yahukimo, Ipda Rony Samory  mendapatkan informasi melalui telepon seluler bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap dua karyawan PT. Indo Papua tepatnya di jembatan Kali Brazza.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut, personel Gabungan Polres Yahukimo, Brimob Yon A BKO Polres Yahukimo serta Tim Satgas gakum Nemangkawi bergerak menuju TKP,” terang Kamal

Setibanya di TKP pukul 17:50 WIT,  didapatkan satu unit kendaraan Toyota Hilux double cabin yang diduga milik PT. Indo Papua telah hangus terbakar.

Di dalam kendaraan tersebut, terdapat dua korban yang hangus terbakar bersama kendaraan tersebut. Selanjutnya Tim mengamankan area TKP dan melakukan penyisiran di seputaran TKP.

“Usai melakukan penyisiran di area lokasi TKP,  tim langsung membawa kedua jenazah menuju RSUD Dekai untuk dilakukan pemeriksaan medis,” tutur Kamal.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni satu anak panah, satu unit handphone dan mobil Hilux Double Cabin dalam kondisi hangus terbakar.

Sementara itu, kontak tembak antara Satgas Nemangkawi dan KKB dilaporkan masih berlangsung hingga Senin (23/8) sekira pukul 08.00 WIT.

Kontak tembak tembak terjadi saat Satgas Nemangkawi melakukan penyisiran dan pengamanan terhadap karyawan PT. Indo Papua yang masih berada di kamp Kali Yegi Jalan Trans Papua Dekai, Kabupaten Yahukimo ke arah Kenyam, ibukota Kabupaten  Nduga.

Pukul 09.10 WIT, saat tiba Jembatan Kali Braza. rombongan ditembaki dari arah bukit seberang Kali Brazza. Personel Satgas Nemangkawi kemudian membalas tembakan tersebut.

Pukul 10.24 WIT, personel Satgas Nemangkawi kembali ditembaki dari arah sebelah kanan tepatnya di pertigaan Jalan Trans Papua Dekai Yahukimo-Tanah Merah. Anggota langsung membalas tembakan tersebut.

Pukul 11.48 WIT, personel Satgas Nemangkawi tiba di Kali Yegi dan langsung melakukan pengecekan di kamp Kali Yegi untuk mencari karyawan PT. Indo Papua yang masih berada di kamp Kali Yegi. Saat dilakukan pengecekan dan penyisiran di sekitar lokasi kamp dengan membunyikan sirine dengan maksud karyawan keluar dari persumbunyian, apabila karyawan bersembunyi di hutan, namun di kamp Kali Yegi tidak terdapat karyawan PT.Indo Papua.

Pukul 12.19 WIT, personel Satgas Nemangkawi bergerak kembali ke arah Dekai ibukota Kabupaten Yahukimo. Dalam perjalanan, kembali terjadi kontak tembak 50 meter dari Kali Bele menuju arah Dekai dengan durasi kontak tembak selama 30 menit.

Dalam perjalanan, sekitar 500 meter dari kamp induk PT. Indo Papua, personel Satgas Nemangkawi mendapati para karyawan PT. Indo Papua yang telah menyelamatkan diri  di pinggir Kali Braza tepatnya di salah satu rumah warga. Tim  langsung mengamankan mereka menuju Mapolres Yahukimo.

Dalam kontak tembak tersebut, empat anggota Polri terkena rekoset yakni AKP. I Putu Edi Wirawan terkena rekoser di leher, Iptu Arif Rahman terkena tembak di helm, Bripka Irwan terkena  rekoset di kaki kanan dan Bharatu Nimrot rekoset di tangan kanan,

“Anggota yang mengalami luka tembak telah mendapatkan perawatan medis. Personel gabungan akan terus melakukan penindakan tegas terhadap kelompok-kelompok yang mengganggu stabilitas keamanan di Papua,” kata Kamal.

Di tempat terpisah, Kepala Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena, Zepnat Kambu meminta kepada Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri untuk memberi jaminan keamanan kepada para pekerja jalan dan jembatan yang ada di wilayah konflik.

“Kami meminta jaminan keamanan kepada pihak Polda Papua, dan Kapolda menyampaikan tetap akan berkoordinasi dengan Satgas Nemangkawi yang ada di Yahukimo dan Polres setempat,” kata Zepnat usai melakukan pertemuan dengan Kapolda Papua, Senin (23/8)

Terkait tewasnya dua pekerja tersebut, para pekerja atau semua perusahaan yang ada di ruas jalan tersebut sementara diberhentikan aktivitasnya hingga waktu yang tidak ditentukan.

“Pekerjaan sementara diberhentikan, akan dilanjutkan setelah adanya pemberitahuan dari pihak keamanan jika situasi sudah membaik,” kata Zepnat.

Untuk jenazah sendiri lanjut dia, atas nama Rionaldo dimakamkan di Mimika sementara jenazah Dedi diterbangkan ke Jawa Timur untuk dimakamkan.

“Kami sangat prihatin, mewakili Kementerian PUPR dan seluruh staf BPJN Wamena turut berduka cita atas peristiwa yang menimpa dua karyawan,” ungkapnya.

Zepnat mengaku, sebelum kejadian pembunuhan tersebut, lima camp milik pekerja dibakar oleh kelompok sebelah (KKB-red).

Dari data yang dimiliki Cendrawasih Pos, rentetan konflik yang terjadi di Kabupaten Yahukimo yakni pada tanggal 18 Mei 2021, dua personel TNI Prada Ardi Yudi dan Praka M Alif Nur gugur setelah dibacok OTK di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Dua unit senjata api jenis SS2 yang dibawa kedua korban dirampas OTK.

Pada tanggal 24 Juni 2021, KKB menyerang para pekerja jembatan PT. Papua Cremon, di Distrik Seradala. Dalam penyerangan tersebut, sejumlah pekerja tewas dan ada warga yang disandera.

Kemudian tanggal 10 Juli 2021, terjadi kontak tembak antara personel gabungan dan KKB pimpinan Tendius Gwijangge  di Kali EI Kampung Mosom Dua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. Kontak tembak tersebut menyebabkan Briptu Kenny Carlos Julian Kipuw mengalami luka tembak pada bagian perut bawah.

Pada tanggal 13 Agustus 2021, pemilik kios bernama Yunus Padang Mangalik (45) tewas dibacok di Paradiso Belakang, Perumahan Sosial Momuna Dekai Kabupaten Yahukimo.

Lalu tanggal 17 Agustus 2021, satu unit sawmill dan dua unit rumah warga yang berlokasi di Jalan Paradiso  Belakang, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo dibakar oleh KKB.

Terakhir Senin (23/8) kemarin,  kontak tembak Satgas Nemangkawi dan KKB menyebabkan empat anggota Polri terkena rekosert yakni AKP I Putu Edi Wirawan terkena rekoset di leher, Iptu Arif Rahman terkena tembak di helem, Bripka Irwan terkena rekoset di kaki kanan dan Bharatu Nimrot rekoset di tangan kanan. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *