92 Warga Terjaring, Semua Negatif

Satgas Covid 19 Kota Jayapura kembali melakukan razia masker di Taman Imbi, Pusat Kota Jayapura, Jumat (20/8) kemarin. (Gratianus silas/cepos)

*Herd Immunity Warga Kota Makin Kuat

JAYAPURA- Satgas Covid 19 Kota Jayapura kembali melakukan operasi yustisi Taman Imbi, Pusat Kota Jayapura, Jumat (20/8) kemarin. Dipimpin Wakapolresta Jayapura Kota, AKBP Supratono, dan Kasatpol PP Kota Jayapura, Muchlis Ningkeula, terjaring 92 warga yang tidak mengenakan masker.

“Semuanya kami lakukan rapid antigen, dan syukurnya semua hasilnya itu negatif. Artinya, masyarakat ini semakin hari, semakin kebal terhadap penularan Covid 19. Semoga herd immunity ini semakin baik di Kota Jayapura,”  ungkap AKBP Supratono, kepada wartawan usai operasi dilakukan, Jumat (20/8) kemarin.

Wakapolresta Supratono melanjutkan, dari 92 warga yang terjaring, 66 warga disidangkan, 5 warga di bawah umur, 1 warga yang sakit, dan 47 warga membayar denda. Sedangkan 13 warga yang tidak mampu membayar denda mendapat hukuman kurungan 1×24 jam di Lapas Abepura, dan 26 warga mendapat teguran akibat tidak mengenakan masker dengan baik.

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir Rustan Saru, MM., yang membuka kegiatan tersebut menyebutkan bahwa operasi yustisi dilakukan guna mengecek apakah masyarakat sudah semakin disiplin prokes, disiplin masker, atau malah makin tidak disiplin.

“Tidak termasuk hari ini, sebanyak 3 kali operasi yustisi dilakukan di mana sudah 282 warga yang terjaring dan kita proses hukum, di mana 26 warga di antaranya dibawa ke Lapas, dan hanya 6 warga yang positif. Jadi, sekitar 2 persen saja yang positif. Artinya, herd immunity warga kota makin kuat dan makin baik,” sebut Ir. Rustan Saru, MM.

Kasatpol PP Kota Jayapura, Muhlis Ningkeula, menambahkan bahwa dalam operasi yang dilakukan, bukan hanya yustisi, namun juga sergap pasar dilakukan guna menjaring warga yang tengah dalam paparan Covid 19 tanpa gejala.

“Sergap pasar ini dilakukan di pusat perbelanjaan, pasar, tempat wisata, dan tempat lainnya yang menjadi pusat keramaian guna menjaring warga yang tertular Covid 19,” tambah Muhlis Ningkeula. (gr/cr-265/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *