Aturan Ganjil Genap di Sentani, Hanya Asal Buat?

Satpol PP saat melakukan sosialisasi terkait rencana penerapan aturan ganjil genap bagi kendaraan di Sentani, yang akan mulai diterapkan sore ini. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Aturan ganjil genap mulai hari ini diterapkan oleh pemerintah Kabupaten Jayapura dalam rangka menekan penyebaran covid-19 di wilayah kabupaten Jayapura secara khusus di daerah kota Sentani, aturan ini dinilai asal-asalan karena dianggap tidak relevan dengan kondisi yang terjadi.
Salah satu yang menyoroti penerapan aturan ganjil genap yang akan diterapkan dikota Sentani sore ini, datang dari salah satu anggota DPRD kabupaten Jayapura Sihar Lumban Tobing. Kepada media ini dia menegaskan aturan ganjil genap bagi kendaraan untuk menekan penyebaran covid-19 di wilayah kota Sentani sangat tidak masuk akal dan tidak akan menyelesaikan persoalan pandemi covid 19. Tetapi justru kebijakan itu akan berpotensi menambah dan meningkatkan jumlah masyarakat yang terpapar covid 19.
“Kebijakan asal-asalan itu. Kalau saya melihat di edarannya itu, itu berlaku dari Jembatan Kali Warno sampai di depan bank Papua, sekitar 400 meter. Efeknya apa,” kata Sihar Lumban Tobing, saat dihubungi media ini, Jumat (20/8).
Dia menjelaskan, penerapan kebijakan ini justru berpotensi meningkatkan jumlah masyarakat yang terpapar covid-19. Misalnya ketika kendaraanya terkena aturan, maka akan menggunakan taksi atau kendaraan lain yang tidak terkena aturan. Artinya akan ada kerumunan, disitulah potensi peningkatan kasus terjadi. Kemudian kalaupun pemerintah menempuh kebijakan itu atas dasar untuk menekan penyebaran covid 19, apakah ada kajian yang menjelaskan hal itu secara ilmiah khususnya di kota Sentani.
“Khusus dari jembatan Kali Warno sampai di depan bank Papua yang sekitar 400 meter itu apakah ada potensi covid 19 di sekitar itu, ” bebernya.
Kemudian apabila program itu untuk rekayasa lalu lintas guna kepentingan PON nanti, pertanyaannya kenapa hanya dilakukan di sekitar 400 meter itu. Karena yang akan dilalui oleh tamu maupun atlet Pon termasuk masyarakat bukan saja di 400/500 meter itu, tetapi hampir di seluruh titik yang ada venue atau tempat penyelenggaraan pertandingan saat PON itu.
“Kalau hanya untuk menekan penyebaran covid-19, saya minta pemerintah cukup ketat di penerapan protokol kesehatan, pastikan seluruh masyarakat yang ada di kota Sentani menerima vaksin covid-19, toko-toko wajib sediakan tempat cuci tangan dan wajib prokes, ” tambahnya. (roy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *