TNI/Polri Siap Amankan, PSU Yalimo Tunggu KPU

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Arif Budi Situmeang, SIP. (Denny/ Cepos )

WAMENA_Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Yalimo, hingga saat ini masih menunggu kesiapan dari pihak penyelenggara, terutama KPU dan Bawaslu. TNI/ Polri yang ada di Kabupaten Yalimo siap mendukung pengamanan pelaksanaan agenda negara. Komunikasi juga terus dibangun dengan Pemda Yalimo dan juga tokoh -tokoh agar bisa memberikan pengertian kepada masyarakat disana.
Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Arif Budi Situmeang, SIP mengaku pihaknya sudah mengirimkan 50 personelnya untuk ditambahkan lagi dengan personel yang ada disana dan juga dari Polres Yalimo siap untuk mengamankan proses PSU.
“Saat ini Kami menunggu bagaimana pelaksanaan yang dilakukan oleh KPU kedepannya seperti apa, prinsipnya kami untuk sisi pengamanan siap untuk mengamankan jalannya PSU yang menjadi keputusan Mahkamah Konstitusi,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos via selulernya Rabu (18/8) kemarin.
Ia juga menyatakan pihaknya sudah menambah personel ke Yalimo lagi dari yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Pihaknya memang sudah menggelar persiapannya, sehingga tak hanya personel dari Kodim saja yang dipersiapkan tetapi juga dari Batalyon 756/Wimane Sili siap mendukung pengamanan pelaksanaan PSU.
“Untuk aksi pemalangan ini memang ada informasi jika masyarakat ingin menghabiskan waktu 120 hari yang ditetapkan MK, hanya saja kami masih melakukan koordinasi dengan tokoh-tokoh agar mendorong pemerintah daerah untuk mengendalikan masa itu, karena pelaksanaan PSU ini harus tetap dilaksanakan,”kata Mantan Danyon 756/ Wimane Sili.
Kata Dandim, untuk tahapan PSU yang dilakukan memang harus dilakukan pengamanan dari saat ini. Pihaknya hanya melakukan koordinasi dengan para tokoh dan pemerintah daerah. Dimana Plh. Bupati Yalimo adalah Sekda Yalimo Isak Yando, sehingga koordinasi yang dibangun ke sana agar bisa mengendalikan masyarakat yang masih melakukan aksi pemalangan itu.
“Untuk koordinasi dengan paslon Erdi Dabi dan Jhon Wilil juga sama, kita sampaikan untuk membuka palang dan mendukung pelaksanaan PSU, sebab Keputusan MK merupakan keputusan negara yang bersifat mengikat dan tak bisa dibanding dan harus dilaksanakan,”katanya
Untuk tahapan yang belum berjalan, menurut Dandim, yang lebih tahu adalah KPU dan Bawaslu, sementara tugas dan tanggungjawabnya adalah membackup pengamanan pelaksanaan PSU di Kabupaten Yalimo, tanpa ada PSU juga TNI/ Polri siap untuk mengamankan Kabupaten Yalimo.
“Jadi kita tunggu saja tahapan yang dilakukan seperti apa dari KPU dan Bawaslu Yalimo, karena kita mendukung mereka untuk penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Yalimo, memang sampai saat ini belum terlihat tahapan PSU yang dilakukan,”jelas Situmeang.
Ia juga menambahkan waktu pelaksanaan PSU yang ditetapkan dari MK selama 120 hari kerja, kini hanya terpisah 87 hari lagi dari keputusan yang telah dikeluarkan, sehingga untuk pengamanan PSU TNI/Polri siap mendukung dari segi pengamanan terhadap penyelenggara.
“Kita sifatnya hanya menunggu kapan prosesnya mulai berjalan untuk tahapan PSU Yalimo, kita prinsipnya akan memberikan pengamanan kepada penyelenggara untuk menyelesaikan agenda negara yang telah diputuskan,”tutup Dandim 1702/Jayawijaya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *