Persiapan Kapal Isoter Dimatangkan

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., saat melakukan peninjauan di anjungan KM Tidar, Minggu (15/8) malam lalu. (Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA-Pemkot Jayapura melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Jayapura terus memantapkan persiapan KM Tidar sebagai kapal isolasi terapung (isoter) bagi warga Kota Jayapura yang terpapar Covid-19.
Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., mengatakan, penataan KM Tidar sebagai kapal isoter dilakukan, baik kamar tidur, kamar mandi, perlengkapan ruangan, hingga kebutuhan obat dan vitamin.
Penataan menurut Rustan Saru dilakukan selama dua hari yaitu Rabu (18/8) hingga Kamis (19/8). “Rencananya Jumat (20/8) pagi, kita evakuasi pasien ke KM Tidar. Kita bawa pasien ke sana setelah semua penataan rampung dikerjakan,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (18/8).
Rustan Saru mengakui, perlu dilakukan penataan sebelum KM Tidar digunakan sebagai isoter. Namun penataan ini menurutnya tidak membutuhkan waktu yang begitu lama. Dengan kata lain, penataan dapat dipercepat.
“Ditata pada umumnya itu adalah pemisah ruang tidur antara pasien laki-laki dan perempuan. Kita buat juga pemisah pasien berdasarkan zona, yakni zona kuning, merah, dan hijau. Zona hijau bagi mereka yang sudah dirawat 2 minggu lebih dan siap untuk dipulangkan, zona kuning bagi mereka yang baru dirawat 1 minggu, dan zona merah bagi merka yang baru dirawat,” bebernya.
Di atas kapal menurut Rustan Saru juga akan disiapkan hiburan, fasilitas olahraga termasuk memancing hingga tempat untuk menikmati view Kota Jayapura di waktu malam.
“Dengan fasilitas yang disediakan ini, tentunya imunitas tubuh pasien meningkat dan bisa sembuh dari Covid-19 dengan cepat. Kapal itu cukup baik. Jangan takut dan tidak mau ke sana kalau terpapar Covid-19. Di sana ada hiburan juga. Ini kita beri perawatan juga secara gratis di atas kapal, diberi makan, obat juga gratis. Ini memang suatu kerja keras pemerintah yang luar biasa untuk menyembuhkan rakyatnya di kota Jayapura,” ujarnya.
Berbagai pihak juga memberikan dukungan terkait penggunaan KM Tidar sebagai tempat isoter pasien Covid-19. Menurut Rustan Saru, TNI-Polri juga turun tangan membantu program ini salah satunya menjemput pasien Covid-19.
“Kami sudah berkoordinasi dengan TNI-Polri, dimana anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan membantu melihat rumah warga yang dijadikan tempat isolasi mandiri. Apabila rumahnya layak, maka kita izinkan untuk isolasi mandiri. Tapi kalau tidak, kami minta agar pasien diisolasi terpusat di KM Tidar,” tambahnya.
Mengenai teknis pemindahan pasien, Rustan Saru mengatakan, langkah awal pasien nantinya dikumpulkan di posko induk distrik. Setelah itu, akan dijemput menggunakan bus dari Dinas Perhubungan Kota Jayapura ke Pelabuhan Jayapura.
“Sebalum naik ke atas kapal, pasien akan discreening terlebih dahulu dan diperiksa satu persatu untuk bisa memasuki kapal. Kami berharap semua pihak terkait dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing,” pungkasnya.
Secara terpiah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari menyebutkan bahwa jumlah tenaga kesehatan yang akan ditugaskan di kapal isoter merujuk pada jumlah pasien yang dirawat.
“Jadi, kita tergantung pasien yang masuk. Kita akan buat secara bertahap. Targetnya itu satu dokter tangani 100 pasien. Kalau di awal ini, tiga dokter tangani 300 pasien. Kemudian, satu suster itu tangani 50 pasien. Ditambah 2 apoteker dan 1 asisten apoteker atau tenaga teknis kefarmasian. Tapi nanti kita lihat, kalau dirasa berat, maka akan kita tambah tenaga,” jelas dr. Sri Antari, Rabu (18/8) kemarin.
Kadinkes dr. Sri Antari menyebutkan, pasien yang dirawat di kapal isoter merupakan orang tanpa gejala (OTG) dan yang memiliki gejala sakit ringan. Jadi, pada prinsipnya, penanganan yang dilakukan sebagaimana dilakukan di LPMP Kotaraja.
“Untuk langkah awal, tenaga kesehatan di LPMP cukup untuk menangani pasien di kapal isoter yakni 3 dokter, 4 perawat, dan nanti kalau berkenan ditambah 2 ABK perawat KM Tidar,” katanya.
Ditambahkan, pihaknya telah menyiapkan opsi dari penanganan pasien Covid-19 di kapal isoter KM Tidar.“Sudah saya siapkan plan A dan B. Jadi, kalau benar-benar kita maksimalkan 700 – 800 pasien dirawat di kapal isoter, kita akan geser tenaga kesehatan dari Puskesmas. Kalau untuk sekarang, kita coba dengan Nakes di LPMP. Nanti setelah itu baru kita lihat apakah perlu dimaksimalkan dari Puskesmas,” tuturnya.
Tenaga di Puskesmas saat ini menurut dr. Sri Antari akan disiapkan untuk nakes di PON. Dimana mereka juga akan ditempatkan penampungan atlet maupun di venue. “Artinya kami masih harus standby untuk back up PON bidang kesehatan, walaupun memang masih belum jelas dari provinsi. Termasuk juga Peparnas,” jelasnya.
Ditanya fasilitas nakes di kapal isoter, Kadinkes Antari mengaku telah meninjau sendiri dan dirasa sudah cukup bagi para nakes.
“Lagipula kan kita di sini untuk melayani dengan segala keterbatasan yang ada. Saya sudah lihat kamar dokter di deck 6 dan kamar nakes di deck 5. Fasilitas untuk nakes sudah lumayan bagus,” tambahnya.
Sementara pasien ditempatkan di deck 4, yang mana dibuatkan sekat pemisah antara pasien laki-laki dan perempuan.
“Memang beda-beda ya kapal isoter di Makassar dan di sini. Saya malah berpikir, orang di sini suka ngobrol, tapi tetap pakai maske, agar tidak merasa sendiri menghadapi Covid-19. Jadi, imunnya akan pulih. Kapal ini juga nantinya sandar di pelabuhan, sehingga kita bisa senam sehat di dermaga/pelabuhan,” pungkasnya. (gr/cr-265/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *