Diduga Ada Keterlibatan Oknum Aparat

Kendaraan roda dua tanpa dokumen sah atau bodong asal Pulau Jawa yang ni diamankan Polres Merauke. (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Sehubungan dengan tertangkapnya puluhan sepeda motor bodong dari 3 kontainer saat turun di Pelabuhan Umum Merauke diduga ada keterlibatan oknum aparat. Namun penyidik masih mendalami untuk memastikan keterlibatan oknum aparat ini.

“Ada sih (dugaan.red) keterlibatan oknum aparat. Tapi kita belum bisa pastikan karena masih dalam tahap lidik. Kecuali kalau kita sudah tingkatkan ke penyidikan, sudah buat terang ini perkara. Jadi saya bilang kemungkinan,” kata Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Reskrim AKP. Agus F. Pombos, SIK ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/8).
Menurut Kasat Reskrim, dugaan keterlibatan aparat tersebut baru dapat disimpulkan setelah kasus ini ditingkatkan ke penyidikan. Sementara salah satu pelaku yang ditetapkan sebagai DPO di pulau Jawa, Kasat Reskim menjelaskan bahwa pihaknya sudah koordinasi dengan Polres malang untuk meminta bantuan.
“Sampai sekarang belum ada informasi terkait posisi orang ini. Tapi, Polres Malang sudah mengetahui dimana posisi orang tersebut. Cuma dia lagi kabur. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ditangkap sehingga anggota kita bisa menjemputnya ke sana,” jelasnya.
Sementara 10 pemilik dari 30 unit motor bodong yang diamankan di Mapolres Merauke, Kasat Reskrim mengaku pihaknya kehilangan kontak dengan mereka. “Niat jahatnya, mereka sudah terlihat. Pertama ketika tidak kooperatif dan kedua ketika memalsukan identitas. Memang ada kelalaian dari ekspedisi di Surabaya. Tidak mengecek identitas asli dari orang-orang yang akan menerima barang yang dikirim ini. Yang penting ada nama. Soal nama betul atau tidak itu mereka tidak diperhatikan lagi,” katanya.
Ditambahkan Kasat Reskrim, bahwa kegiatan pengiriman kendaraan bodong seperti ini ke Merauke sudah lama terjadi. Sekadar diketahui, dalam kasus motor bodong ini, Reskrim Polres Merauke sudah menetapkan satu tersangka Supartono. Supartono sendiri menggunakan nama samaran dalam pengiriman bernama janda dengan jumlah motor yang dikirim sebanyak 11 unit. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *