Dua Sekda di Satu Provinsi, Ini Kata Bupati Jayapura

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw saat melakukan pertemuan dengan tokoh adat atau para ondofolo se-Distrik Sentani Timur, Senin (16/8). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., mengatakan, jabatan Sekda Provinsi Papua yang saat ini dijabat oleh dua orang pejabat, cukup membuat pusing kepala.
Hal itu disebabkan karena pemerintah ditingkat kabupaten membutuhkan koordinasi yang intens terkait dengan banyak hal. Terutama yang paling urgent saat ini mengenai persiapan PON XX 2021.
Hal itu disampaikan Bupati Mathius Awoitauw saat mengadakan pertemuan dengan tokoh adat atau para ondofolo se-Distrik Sentani Timur, Senin (16/8). Dimana dalam pertemuan itu, ada salah satu tokoh adat mempertanyakan kepada bupati Mathius, mengenai tuntutan ganti rugi atas lahan tanah di Stadion Lukas Enembe, yang sampai saat ini juga masih dipalang warga yang mengaku sebagai pemilik ulayat atas itu.
“Kita mau koordinasi, komunikasi ke provinsi, bingung, karena sekda kita di provinsi ini ada dua orang. Kita mau koordinasi ke mana. Hanya di Papua yang seperti ini, ada dua sekda. Ini pertama di dunia, ” ujar Mathius Awoitauw di hadapan tokoh adat Sentani Timur, Senin (16/8).
Untuk diketahui, sehubungan dengan persiapan pelaksanaan PON yang tinggal menghitung hari ini, Pemerintah Kabupaten Jayapura sedang mempersiapkan diri agar kegiatan itu benar-benar sukses dalam pelaksanaannya.
Klaim masyarakat atas kepemilikan lahan Stadion Lukas Enembe yang diikuti dengan aksi pemalangan masih terjadi. Kondisi ini tentunya sangat mengganggu konsentrasi pemerintah dalam upaya persiapan jelang hari pelaksanaan kegiatan itu. Apa yang disampaikan Bupati Awoitauw itu merupakan curahan hati atas kondisi saat ini. Kabupaten Jayapura sendiri sudah ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan PONXX 2021 Papua. Kendati demikian, sejumlah permasalahan justru muncul jelang hari pelaksanaan event itu. Belum lagi soal sejumlah venue di Kabupaten Jayapura yang sampai saat ini belum tuntas dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Papua. Sehingga ini tentunya lebih dari sekedar koordinasi. T
erkait persoalan pekerjaan venue itu, Bupati Awoitauw meminta Pemprov Papua supaya secepatnya menyelesaikan persoalan yang terjadi.(roy/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *