Pemilik Kios Tewas Dibacok OTK

Korban Yunus Padang Mangalik (45) saat ditemukan tergeletak dalam posisi meninggal dunia di belakang rumahnya di Paradiso Belakang, Perumahan Sosial Momuna, Dekai, Kabupaten Yahukimo, Jumat (13/8).(Humas Polda Papua for Cepos)

 

Petugas dengan pakaian APD saat membawa jenazah korban untuk dimakamkan di TPU Kilo 6, Dekai, Kabupaten Yahukimo, Jumat (13/8) sore. (Istimewa)

*Pelaku Bongkar Laci Kios dan Berniat Membakar Rumah Korban
JAYAPURA-Pemilik kios bernama Yunus Padang Mangalik (45) tewas dibacok orang tak dikenal di Paradiso Belakang, Perumahan Sosial Momuna Dekai Kabupaten Yahukimo, Jumat (13/8).
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan anggota Polres Yahukimo, ditemukan telapak tangan kiri korban berada di kios dan tubuh korban berada di belakang rumah korban.
Selain itu, laci kios korban dalam keadaan terbongkar dan dicurigai setelah melakukan penganiayaan terhadap korban, pelaku mencoba untuk melakukan pembakaran dengan cara menyalakan kompor gas. Sebab saat olah TKP didapati kompor gas milik korban hangus terbakar.
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan, terkait dengan kejadian tersebut pihaknya sedang bekerja. “Step by step kita lakukan supaya dampak daripada penegakan hukum tidak bias ke mana-mana. Kita pastikan yang kita tangkap dan yang kita tindak adalah dia pelaku kejahatan dan ini sedang dilakukan,” terang Kapolda Mathius Fakhiri kepada wartawan, Jumat (13/8).
Lanjut Kapolda, pihaknya sudah menyiapkan tim di Yalimo. Bahkan telah menyiapkan tim dari Brimob Polda Papua yang sudah berangkat dan diperkuat dengan anggota dari Satgas Nemangkawi.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Yahukimo Ipda Rony menyampaikan korban langsung dimakamkan di Dekai lantaran yang bersangkutan positif Covid-19.
“Dia dimakamkan atas permintaan keluarga karena positif Covid,” kata mantan Katim Charli Polresta Jayapura Kota saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos.
Pelaku saat ini sedang dalam penyelidikan dan tidak ada kaitannya dengan pelaku kejahatan sebelumnya yang pernah terjadi di Yahukimo. Namun modus dalam kasus ini adalah pencurian dengan kekerasan.
“Ini murni pencurian karena laptop korban ada di luar dan tidak sempat dibawa pelaku lantaran warga sudah ribut,” terangnya.
Adapun data yang diperoleh Cenderawasih Pos menyebutkan, kasus pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan percobaan pembakaran ini diketahui sekira pukul 10.00 WIT.
Dimana seorang warga datang ke Pos SPKT Polres Yahukimo meminta anggota agar mengecek rumah korban dikarenakan pukul 04.30 WIT saksi mendengar adanya keributan dari arah rumah korban.
Pada pukul 09.30 WIT, saksi melihat rumah korban pagarnya tertutup namun pintu rumahnya terbuka. Sehingga saksi mendatangi Pos SPKT dan meminta agar anggota Kepolisian mengecek rumah korban.
Anggota Sabhara beserta piket fungsi yang dipimpin oleh Pawas Iptu Alwi Wairoy  dan Kasat Reskrim Ipda Rony mendatangi TKP. Setibanya di TKP, anggota langsung melakukan pengecekan dan menemukan korban sudah meninggal dunia di belakang rumahnya. Korban diduga kuat telah dianiaya menggunakan benda tajam. Hal ini dikarenakan pada saat ditemukan,  tubuh korban terdapat beberapa bekas hantaman benda tajam.
Sementara seorang saksi mengaku mendengar keributan dari arah rumah korban, Jumat (13/8) dini hari sekira pukul 04.30 WIT. Pukul 09.30 WIT, saksi melihat pintu pagar rumah korban tertutup namun pintu rumah korban terbuka. Namun karena takut, saksimendatangi Pos SPKT Polres Yahukimo agar anggota kepolisian datang ke rumah korban untuk mengecek kejadian tersebut.
Adapun catatan dari Kepolisian, korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Terdapat beberapa luka sabetan benda tajam. Terdapat adanya indikasi pencurian dan didapati percobaan pembakaran. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *