KM Tidar Jadi Tempat Isoter Warga

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., saat menunjukkan SK Perjanjian Kerja Sama Penggunaan Kapal Pelni sebagai tempat isolasi terpusat dan terapung di Kota Jayapura, di ruang rapat Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (12/8) kemarin. (Gratianus silas/Cepos)

JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura secara resmi menjalin kerja sama dalam penggunaan kapal putih milik PT Pelni untuk dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri atau tempat isolasi terapung (isoter). Kerja sama ini terjalin melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakukan antara Kemenhub, PT. Pelni, dan Pemkot Jayapura, yang terhubung via video conference, Kamis (12/8) kemarin.
Penandatanganan PKS ini dihadiri langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Terkait kerja sama ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja sama yang terjalin.
“Masyarakat Kota Jayapura menyampaikan terima kasih atas inovasi tempat isolasi terapung. Ini sangat membantu kami Pemkot Jayapura dalam penanganan Covid-19 di Kota Jayapura,” ungkap Wali KotaBenhur Tomi Mano, Kamis (12/8) kemarin.
Diketahui, kapal Pelni tidak beroperasi secara maksimal dalam mengangkut penumpang selama pandemi. Oleh karenanya, kapal dialihfungsikan untuk menjadi tempat isolasi mandiri atau yang disebut tempat isolasi terapung.
Dalam kerja sama yang terjalin, tempat isoter bagi Pemkot Jayapura ialah KM Tidar dengan kapasitas 900 bed yang tersedia.
“Langkah-langkah yang kita lakukan nanti, saya tunggu informasi dari Kepala KSOP Jayapura perihal kapan kapal itu tiba di Pelabuhan Jayapura. Kemudian, ketika kapal itu tiba, saya akan undang Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih, bersama stakeholders penanganan Covid-19 di Kota Jayapura, untuk kita tinjau kapal yang digunakan untuk isoter bagi masyarakat Kota Jayapura yang terpapar Covid 19 dengan gejala ringan maupun tanpa gejala (OTG),” jelasnya.
“Selanjutnya kita akan rapat untuk bagi tugas dan tanggung jawab secara teknis dari berbagai stakeholders sehingga penanganan Covid-19 berjalan dengan baik. Kita akan bahas juga terkait izin labuh maupun di mana kapal ini nantinya akan berlabuh. Ini perlu dikoordinasikan. Termasuk rumah sakit rujukan untuk pasien di kapal ini. Namun, pada dasarnya, saya percaya, dengan kapal ini, tingkat kesembuhan di Kota Jayapura akan lebih tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Menhub RI, Budi Karya Sumadi, menyebutkan bahwa tempat isoter menggunakan kapal laut menjadi salah satu upaya atas dasar perintah Presiden RI untuk mencarikan solusi dalam penanganan Covid-19 di daerah.
“Kita berupaya memberikan prasarana dan sarana kapal terapung di berbagai tempat. Setelah Makassar yang sudah melaksanakannya, menyusul Medan, Bitung, Sorong, dan Kota Jayapura. Saya berterima kasih kepada para wali kota yang sudah mau berkolaborasi dengan kegiatan tempat isoter ini,” terang Menhub Budi Karya Sumadi.
“Terlebih dari apa yang diidentifikasi bahwa di luar Jawa terdapat kecenderungan perkembangan kasus Covid 19 yang pesat. Oleh karenanya, kita wajib untuk melakukan itu (memberikan dukungan sarpras) dalam melakukan isolasi mandiri terpusat dan terapung,” pungkasnya. (gr/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *