Tarif PCR Lebih Tinggi dari Tiket Pesawat

Pesawat ATR Trigana Air Service saat melakukan bongkar muat di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (10/8). (Denny/Cepos)

*Penumpang dari Jayapura ke Wamena Terbentur Syarat PCR

WAMENA-Setelah ditutup selama 28 hari, sejak Selasa (10/8) aktivitas penumpang di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya kembali dibuka.
Namun hari pertama dibukanya pelayanan untuk penumpang, tidak ada satupun penumpang yang diangkut pesawat ATR milik Trigana Air service dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.
Pesawat ATR Trigana Air Service yang melayani rute Sentani-Wamena ini hanya mengangkut barang kargo. Sementara saat turun ke Sentani, pesawat tersebut baru mengangkut penumpang.
Manager Trigana Air Service Wamena, Michael Biduri kepada Cenderawasih Pos menyebutkan, tidak adanya penumpang dari Bandara Sentani ke Wamena pada hari pertama pembukaan pelayanan penumpang di Bandara Wamena, disebabkan masalah persyaratan PCR bagi calon penumpang yang akan terbang.
Selain karena biaya untuk melakukan tes PCR lebih mahal dibandingkan harga tiket ke Wamena, kendala lainnya butuhkan beberapa hari untuk bisa mendapatkan hasil tes PCR.
Michael Biduri mengakui, banyak masyarakat yang mengonfirmasi kebenaran berita terkait pembukaan pelayanan penumpang di Bandara wamena dan persyaratan untuk terbang.
“Mereka komplain kepada kami, mengapa Trigana mempersulit masyarakat yang ingin kembali ke Wamena. Kami jelaskan bahwa persyaratan PCR bukan dari aviasi tetapi bisa dilihat di Surat Edaran Guberbur Papua yang mengharuskan menggunakan pemeriksaan PCR dari Jayapura Ke Wamena. Begitu juga dengan surat edaran yang dikeluarkan Pemkab Jayawijaya yang merujuk pada Surat Edaran Gubernur Papua,” ungkapnya, Rabu (11/8) kemarin.
Dikatakan, penumpang yang ingin berangkat dari Bandara Sentani ke Wamena, sebelumnya pasti akan melewati tim Covid -19 di bandara atau petugas KKP yang akan memeriksa persyaratan itu.
Menurutnya, calon penumpang yang memenuhi persyaratan seperti kartu vaksinasi dan hasil pemeriksaan yang lengkap, barulah calon penumpang bisa lapor tiket ke konter Trigana atau aviasi lainnya.
“Sebelum melapor tiket, persyaratan ini yang pertama kali diperiksa. Kalau tidak memenuhi syarat, penumpang tak akan lolos. Kami dari aviasi hanya menunggu penumpang yang sudah dinyatakan lolos dari persyaratan yang dikeluarkan pemerintah,” jelasnya.
Mengenai harga tes PCR yang lebih mahal dari harga tiket pesawat ke Wamena, Biduri mengakui hal ini menjadi kendala bagi masyarakat, sehingga dua kali penerbangan dari Jayapura ke Wamena, pesawat tidak membawa penumpang.
“Untuk penerbangan Wamena ke Jayapura penumpangnya lumayan banyak karena persyaratannya hanya menggunakan pemeriksaan antigen. Sementara dari Jayapura, kami belum mengangkut penumpang,” tuturnya.
Diakuinya, sudah ada beberapa calon penumpang yang memasan tiket di Trigana Air Service dari Jayapura ke Wamena. Namun untuk pemeriksaan PCR perlu waktu beberapa hari, akhirnya pada penerbangan perdana pasca dibukanya pelayanan penumpang, belum ada penumpang yang diangkut dari Jayapura.
“Warga takut waktu membeli tiket dengan pemeriksaan PCR itu tak nyambung. Ini adalah kendala teknis yang kita pahami sehingga kami dari Trigana belum menjual tiket secara online. Kami menyediakan tenaga langsung di terminal Bandara Sentani Jayapura.”jelasnya.
Ia juga memastikan Trigana juga tidak bisa mengangkut jumlah penumpang yang minim dari Jayapura, seperti 5 sampai 10 orang. Oleh karena itu dengan menjual tiket secara offline maka bisa melihat jumlah penumpang yang bisa diterbangkan untuk sekali penerbangan.
“Tidak mungkin kita angkut 5 sampai 10 orang, digabung dengan barang kargo yang ada dalam pesawat. Itu menyalahi aturan. Makanya kalau sekarang kita angkat kargo dari Jayapura karena memang tidak ada penumpang dan tak bisa dicampur dengan penumpang,” pungkasnya.
Sementara dari informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos untuk penerbangan Wings Air juga tidak terbang meskipun bandara sudah dibuka. Karena memang tidak ada penumpang yang diangkut dari Bandara Sentani. (jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *