Dogs Lover Kesal, Diduga Oknum Polisi Terlibat Penyelundupan Anjing ke Papua

Ketua Dogs Lover Jayapura, Chandra (kiri) dan rekannya menunjukkan dua anjing yang diselundupkan dan sampai ke Jayapura, Rabu (11/8) lalu. ((Gamel Cepos))

JAYAPURA – Upaya Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura untuk mengontrol upaya penyelundupan hewan ke Papua terlebih Jayapura hingga kini bisa dibilang efektif. Terbukti dari beberapa kali temuan yang diamankan dari kapal putih yang sandar di Jayapura. Hanya saja diduga ada pemain lama yang hingga kini masih eksis dan terus mengulang perbuatan yang sama khususnya dalam upaya penyelundupan anjing. Ini membuat komunitas pecinta anjing di Jayapura atau Dogs Lover Jayapura kesal.
Yang terakhir adalah upaya penyelundupan dua ekor anjing jenis Labrador dan Shitzu. Dua jenis anjing yang berbeda ras ini berhasil diamakan dari KM Dobonsolo yang sandar di Pelabuhan Jayapura, Selasa (10/8). Anjing selundupan ini berhasil diketahui setelah menggonggong dari kamar ABK. Hanya yang membuat komunitas Dogs Lover kesal adalah anjing jenis Shitzu ini masih berusia 1 bulan yang harusnya belum lepas menyusui dari induknya namun dipaksa diselundupkan dan dimasukkan ke dalam kardus yang ditutupi plastic hitam. Kondisi kandangnya juga lembab, pengap dan diberi makanan untuk anjing dewasa sehingga tidak cocok untuk anjing yang masih bayi.
Dua anjing ini diduga pesanan dari seorang oknum Polisi berinisial Al dengan pangkat Briptu. “Ini masih sangat kecil dan belum lepas susu dari induknya, ini keterlaluan sekali. Menyiksa namanya,” cecar Fandy salah satu anggota komunitas Dogs Lover saat ditemui, Rabu (11/8). Dua ekor anjing ini sendiri didatangkan dari Surabaya dimana menurut Ketua Dogs Lover Jayapura, Chandra, jika dijual di Surabaya biasanya tak lebih dari Rp 5 juta namun jika sudah sampai di Jayapura harganya bisa mencapai Rp 15 – Rp 25 Juta sedangkan jenis Shitzu harganya Rp 3 juta – Rp 5 juta. Baik Chandra maupun Fandy sama – sama meyakini bahwa pemesan dua ekor anjing ini adalah Oknum Polisi setelah melakukan komunikasi dengan Al.
“Kami sudah mengecek dan chatt dengan Al masih ada. Dia yang memesan dan bisa dibilang Al ini pemain lama dan sudah beberapa kali melakukan hal serupa,” beber Chandra. Hanya anehnya meski bukan kali pertama namun hingga kini informasinya Al tidak pernah diperhadapkan dengan hukum. “Malah menyepelekan dan mengejek teguran kami, sempat juga bilang lebih memilih menyuntik mati dua anjing ini. Jelas kami tolak dan kami minta ini dikembalikan segera,” beber Chandra sambil menunjukkan chattingannya. Hingga kini kedua anjing tersebut masih berada di kantor Balai Karantina Kelas I Jayapura. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *