Tetap Beroperasi, Enam Pengurus Bar Diperiksa

Aktivitas di salah satu bar di Entrop, Distrik Jayapura Selatan yang beroperasi di tengah pemberlakuan PPKM Level IV, hingga hingga dini hari, Minggu (8/8). (Humas Polda Papua for Cepos)

*BTM: Bulan ini Kita ‘Kurung’ Mal dan Pasar
JAYAPURA-Sebanyak enam orang pengurus bar yang terdiri dari mami, papi dan manager dari dua bar di wilayah Entrop, Distrik Jayapura Selatan, diamankan dan digelandang ke Mapolda Papua untuk dimintai keterangannya, Minggu (8/8).
Keenam orang pengurusa bar ini menjalani pemeriksaan lantaran mereka masih beroperasi di tengah PPKM Level IV di Kota Jayapura. Parahnya lagi, kedua bar tersebut masih beroperasi hingga dini hari.
Enam orang yang diperiksa yakni MI (48), MFR (21), BT (43), AP (38), HE (28) dan NM (50).
Diamankannya enam orang dari dua bar tersebut tidak terlepas dari Tim Opsnal Jatanras Direskrimum Polda Papua yang melakukan pemantauan, Sabtu (7/8) dan Minggu (8/8). Dimana Dirreskrimum memerintahkan Kasubdit III dan tim Opsnal bergerak menuju Entrop sehubungan dengan adanya bar yang ditemukan oleh Kapolda Papua masih beroperasional.
Dalam pemantauan Tim Gabungan Opsnal Jatanras Polda Papua, menemukan bar Ca masih buka hingga Minggu (8/8) pukul 00.30 WIT dan menerima pengunjung sehingga dilakukan razia guna membubarkan para pengunjung dan menutup Bar tersebut.
“Enam orang yang kami periksa merupakan pengurus dari bar tersebut, usai diperiksa langsung dipulangkan. Dengan catatan wajib lapor di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua,” ungkap Dirrkrimum Polda Papua Kombes Pol Faisal Ramadhani kepada Cenderawasih Pos, Senin (9/8)
Lanjutnya, tindakan yang dilakukakan ini merupakan perintah Kapolda Papua. Untuk itu, bar tersebut ditutup dan tidak buka lagi sesuai waktu yang telah ditentukan.
“Pada pintu bar Ca tertempel Instruksi Wali Kota Jayapura No 9 Tahun 2021. Manager dua bar tersebut mengaku mengetahui dan paham terkait dengan Instruksi Wali Kota Jayapura No 9 Tahun 2021, dimana bahwasanya tempat hiburan malam tidak boleh beroperasi hingga 31 Agustus 2021 dan sudah pernah dilakukan meeting internal bar membahas instruksi tersebut,” terangnya.
Adapun yang menginstruksikan karyawan kedua bar ini tetap beroperasi ialah keputusan dari masing-masing manager.
Masih adanya tempat hiburan malam seperti bar yang beroperasi di masa PPKM Level IV di Kota Jayapura sangat disayangkan Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM.
Dirinya sangat menyesalkan tidak adanya kepedulian dari pemilik dan pengurus bar yang masih beroperasi di masa PPKM Level IV dimana berdasarkan Instruksi Wali Kota Jayapura No 9 Tahun 2021, sepanjang bulan Agustus, tempat hiburan malam ditutup sementara alias tidak diperkenankan beroperasi.
Dikatakan, dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Jayapura Nomor 3 tahun 2021 dan Instruksi Wali Kota Jayapura No 9 Tahun 2021, sudah sangat jelas mengatur hal-hal dalam upaya penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Kota Jayapura.
Wali Kota Benhur Tomi Mano menegaskan dirinya tidak segan-segang memberikan sanksi bagi pihak-pihak yang melakukan pelanggaran sebagaimana diatur dalam Perda dan Instruksi Wali Kota Jayapura.
“Dalam Perda sudah sangat jelas sanksi yang diberikan yaitu secara bertahap berupa peringatan pertama, kemudian peringatan kedua. Kalau dia masih berbuat lagi, maka tempat usahanya kita segel. Tetapi kalau kita sudah segel dan masih membandel, maka kita tutup, kemudian cabut izinnya dan diberikan denda maksimal Rp 50 juta,” jelas Wali Kota BTM saat dihubungi Cenderawasih Pos, Senin (9/8) malam.
Dirinya berharap, pada masa pandemi Covid-19 ini, seluruh stakeholder di Kota Jayapura untuk taat dan mendukung upaya yang dilakukan Pemkot Jayapura dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Apalagi hingga saat ini tingkat kumulatif kasus Covid-19 di Kota Jayapura masih bertambah dan Kota Jayapura masuk dalam PPKM Level 4.
“Kita berusaha keras menekan angka kumulatif pada bulan Agustus ini. Nanti akan kita evaluasi lagi pada bulan September. Karena yang saya lihat ini, kemungkinan besar bulan-bulan selanjutnya kita akan berdampingan dengan Covid,” tuturnya.
Apabila masyarakat patuh dan mendukung upaya-upaya yang dilakukan Pemkot Jayapura dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Wali Kota BTM mengatakan tidak tertutup kemungkinan dalam evaluasi bulan September nanti aktivitas ekonomi dan masyarakat bisa dilakukan hingga pukul 22.00 WIT.
“Tapi kita tetap akan melakukan Prokes yang ketat dan penegakan hukum. Selain itu, kita juga akan terus menggenjot vaksinasi di Kota Jayapura, bagi anak sekolah SMP, SMA/SMK dan masyarakat umum. Ini kita lakukan dalam rangka mendukung dan menyukseskan PON di Papua,” bebernya.
Terkait dengan upaya memutus mata rantai penyebaran Covuid-19 di Kota Jayapura, Wali Kota Jayapura dua periode ini mengaku sudah memanggil Wali Kota Jayapura, Wakapolresta Jayapura Kota, Kasatpol PP Kota Jayapura dan Kadinkes Kota Jayapura.
Benhur Tomi Mano mengaku sudah memberikan perintah agar sepanjang bulan Agustus ini untuk mengurung Mall Jayapura. “Saya sudah perintahkan untuk ‘kurung’ Mall Jayapura pintu depan dan belakang,” tegasnya.
“Di mana setiap warga yang masuk ke dalam Mall Jayapura akan menjalani rapid antigen. Seluruh karyawan dan karyawati di dalam mall juga diwajibkan pakai masker dan kita cek apakah mereka sudah PCR atau rapid antigen. Ini akan kita lakukan,” sambungnya.
Wali Kota Benhur Tomi Mano mengatakan, dirinya juga sudah memerintahkan bahwa anak usia di bawah 12 tahun tidak diperkenankan masuk ke dalam mall. “Ini yang akan kami lakukan khusus di bulan Agustus ini. Kita akan turun lengkap termasuk dari Pengadilan dan Kejaksaan,” tambahnya.
Selain Mall Jayapura, hal yang sama juga akan dilakukan di pasar-pasar tradisional. Menurut BTM, dirinya sudah memerintahkan agar seluruh pedagang yang beroperasi di dalam pasar wajib rapid antigen. Termasuk pembeli yang akan masuk ke dalam pasar juga akan dirapid antigen.
“Apabila ada yang reaktif, kita akan bawa ke LPMP untuk menjalani perawatan. Termasuk kita akan tegaskan bahwa pedagang dan pembeli wajib menggunakan masker. Ini kami lakukan dalam rangka operasi yustisi. Operasi ini akan kita lakukan juga di tempat umum seperti tempat wisata. Kita akan langsung turun ke tempat wisata dan kita akan lakukan rapid antigen kepada seluruh pengunjung. Kalau ada yang positif, kita bawa ke tempat isolasi,” tambahnya.
Disinggung mengenai persentase vaksinasi di Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengatakan, saat ini vaksinasi di Kota Jayapura sudah mencapai 43 persen. Dirinya berharap angka ini akan terus meningkat, karena kesadaran warga di Kota Jayapura untuk divaksinasi terus meningkat.
“Kita harapkan kalau persentase warga yang sudah divaksin di atas 80 persen, kemungkinan warga Kota Jayapura sudah bisa lepas masker. Untuk itu, kita genjot terus vaksinasi tahap 1 dan 2,” tutupnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *