Seharusnya Koordiansi dengan Pemerintah, Bukan dengan Pihak Swasta

Mathius Awoitauw.(Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si mengatakan, tidak mempersoalkan apa yang dilakukan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini terkait kunjungan ke Papua, khsusunya di Kabupaten Jayapura.
Namun menurut Bupati Matius, Tri Rismaharini yang merupakan perpanjangan tangan dari Presiden atau pemerintah pusat seharusnya memperhatikan etika tata pemerintahan. Di mana urusan yang berkaitan dengan masyarakat, perlu dikomunikasikan dengan pemerintah bukan dengan pihak swasta.
“Ibu menteri itu kan perpanjangan tangan dari presiden, berarti negara dalam hal ini presiden. Komunikasi dengan pemerintahlah, bukan dengan swasta, orang perorangan, itu etika pemerintahan, ” ujar Mathius Awoitauw, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos di Kantor Bupati Jayapura, Senin, (9/8), kemarin.
Menurut Bupati Jayapura 2 periode yaitu, mengenai urusan yang menyangkut rakyat banyak, ada sistem yang mengatur di pemerintahan. Termasuk pekerjaan pasca banjir ini secara regulasi, penanganan bencana itu ada lembaga BNPB.
“Tanyalah kepada BNPB, jangan dengar orang per-orang,”terangnya.
Lanjut dia, koordinasi dan integrasi lintas Kementerian lembaga itu penting. Kalau pun telah melakukan koordinasi dengan BNPB, Menteri Sosial Tri Rismaharini sebaiknya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua termasuk Kabupaten Jayapura.
“Harus diingat bahwa bukan hanya Kabupaten Jayapura yang lakukan penanganan pasca bencana ini, ada Kota Jayapura, Keerom,” ujarnya.
Dia menanggapi soal pernyataan Menteri Rismaharini terkait rencana pembangunan 68 unit rumah bagi warga korban bencana yang akan dilakukannya di Doyo Baru. Di mana dalam komunikasinya dengan Pdt. Lipius Biniluk, pembangunan rumah yang dilakukan pihaknya itu jangan sampai menimbulkan gesekan dengan korban bencana banjir bandang yang jumlahnya jauh lebih besar.
“Memulai dengan koordinasi yang baik supaya jangan ada konflik. Anda sudah buat pernyataan yang membuat rakyat Papua tersinggung, jangan bikin konflik lain lagi,”ujarnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *