Gandeng Tokoh Agama Musnahkan Miras

Pemusnahan minuman beralkohol lokal berupa sopi secara adat dan agama di Kompleks Asmat, RT 19, Pintu Air Kelurahan Maro Merauke, Senin (9/8) kemarin. (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Wakapolres Merauke Kompol Leonardo Yoga, SIK memberikan apresiasi atas pemusnahan minuman keras yang dilakukan dengan menggandeng tokoh adat dan agama Kompleks Asmat, depan Poskamling, Pintu Air RT. 19, Kelurahan Maro Merauke, Senin (9/8).
Pemusnahan minuman beralkohol dengan menggandeng tokoh agama dan adat adat tersebut agar masyarakat tidak lagi mengkomsumsi minuman beralkohol. Sebab, dapat mengganggu Kamtibmas di sekitar Kompleks Asmat, RT 19.
Wakapolres Kompol Leonardo Yoga mengajak masyarakat untuk tidak lagi mengkonsumsi minuman keras karena selain mengganggu Kamtibmas juga untuk menyelamatkan generasi penerus Merauke kedepan.
“Mari kita sama-sama memberantas minuman beralkohol ini dengan tidak lagi mengkonsumsinya,”ajaknya.
Dikatakan Wakapolres bahwa sebagian besar dari berbagai tindak pidana yang terjadi selama ini diawali dari minum minuman keras. Termasuk tindak pidana yang terjadi di sekitar area Pelabuhan Umum Merauke. Sehingga dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan warga terutama anak-anak muda yang ada di sekitar daerah tersebut tidak lagi mengkonsumsi Miras. Jika ada warga yang menjual minuman keras secara ilegal untuk segera dilaporkan ke pihak berwajib dalam hal ini Kapolsek Kawasan Pelabuhan Merauke.
“Kalau dapat uang lebih baik pulang beli beras untuk makan bersama dengan istri dan anak di rumah. Jangan dilarikan ke minuman beralkohol. Jangan saat pulang ke rumah justru dalam keadaan pengaruh minuman keras sehingga istri dan anak menjadi sasaran kekerasan di rumah,” kata Wakapolres mengingatkan.
Hadir dalam pemusnahan ini Kapolsek Kawasan Pelabuhan Merauke Iptu M. Lalang SE, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *