Angin Timur, Sampah Menumpuk di Dermaga Yahim

Pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura bersama sejumlah masyarakat dan stakholder ketika melakukan pembersihan pintu dermaga Yahim dari tumpukan sampah, Senin(9/8). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Fenomena tumpukan sampah dari berbagai material muncul di pintu penyeberangan Yahim, Danau Sentani, Kampung Yahim sejak sepekan belakangan ini. Akibatnya, aktivitas penyeberangan antar kampung yang biasanya melalui pelabuhan itu, harus dialihkan ke titik lainnya yang tidak terkena dampak dari fenomena itu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Abdurahman Basri menjelaskan, fenomena munculnya material sampah dari berbagai material tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekosistem di wilayah danau yang sudah dicemari sampah. Kemudian hal ini didukung dengan adanya angin musim timur yang bertiup, yang kemudian menghantarkan sampah organik maupun non organik ke wilayah itu.
“Yang pertama ini karena masalah ekosistem, kemudian sampah ini juga muncul akibat adanya musim angin Timur yang terjadi saat ini,” kata Abdurahman Basri kepada wartawan di Yahim Sentani, Senin (9/8).
Dia mengatakan, sampah-sampah tersebut sebenarnya berasal dari kiriman beberapa sungai dari wilayah kota yang mengalir dan bermuara ke Danau Sentani. Khusus sampah organik seperti sisa-sisa potongan kayu dan juga berbagai jenis akar tumbuhan serabut juga memenuhi kawasan itu. Menurut Basri sampai sampah non organik ini berasal dari pinggiran danau Sentani yang mana akibat kuatnya arus atau tiupan angin kemudian terbawa ke pintu penyeberangan Yahim.
Basri mengatakan, untuk mengatasi persoalan itu, pihaknya telah menurunkan pegawai, dibantu oleh masyarakat setempat, TNI/Polri dan Basarnas. Pihaknya mengambil langkah cepat agar tumpukan sampah yang terjadi itu tidak memberikan dampak yang lebih buruk lagi kepada masyarakat. termasuk ekosistem di Danau Sentani.
“Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah terlibat untuk mengatasi masalah ini, mulai dari masyarakat, TNI/ Polri dan juga Pemerintah Distrik Sentani dan Ebungfau,”tambahnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *