Mengidolakan Bio Paulin, Ruth Ingin Persembahkan Medali Emas

Kapten tim Sepakbola Putri Papua, Ruth Marisa Wamblolo (paling kanan berdiri)saat berpose bersama rekan setimnya di salah satu lapangan sepakbola di Makassar belum lama ini. (Ruth for Cepos)

Sepakbola Putri PON Papua
JAYAPURA – Selain cabang olahraga Sepakbola Putra dan Futsal, Sepakbola Putri juga menjadi cabang olahraga unggulan Asprov PSSI Papua dalam mendulang medali emas dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX 2021 Papua yang akan digelar pada 2-15 Oktober mendatang.

KONI juga menaruh banyak harapan kepada Sepakbola Putri Papua untuk bisa mengisi pundi-pundi medali emas bagi kontigen Papua. Pasalnya, Sepakbola Putri Papua memang masuk dalam daftar cabang olahraga unggulan Papua.

Secara materi pemain, tim yang diasuh oleh Priagung Atmodjo itu memang yang paling dijagokan bisa mempersembahkan medali emas di rumah sendiri. Apalagi sebagian diantaranya merupakan punggawa Persipura Jayapura Putri yang tampil pada kompetisi Liga 1 Putri 2019 silam. Selain itu, Sepakbola Putri Papua juga memiliki deretan pemain berlabel Timnas.

Kapten Sepakbola Putri Papua, Ruth Marisa Wamblolo juga menegaskan bahwa mereka siap mengukir sejarah bagi Sepakbola Putri Papua dalam ajang PON. Apalagi, Sepakbola Putri untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam hajatan olahraga nasional empat tahunan tersebut.

“Target kami adalah medali emas, untuk itu kami juga butuh dukungan moril dan doa dari semua masyarakat Papua, jika Tuhan berkehendak kami bisa mendapatkan medali emas,” ungkap Ruth sapaan akrabnya kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Minggu (8/8) siang kemarin.

Sebagai kapten, Ruth memiliki tugas lebih dalam tim. Ia dutuntut bisa merangkul seluruh rekan timnya menjadi sebuah keluarga yang kompak. Ruth juga menyebutkan, mengemban ban kapten Sepakbola Putri Papua bukanlah pekerjaan mudah. Ia harus kerja ekstra untuk bisa menyatuh seluruh rekan setimnya yang memiliki karakter berbeda-beda.

“Sebagai kapten yang paling utama itu bagaimana memposisikan diri dengan teman-teman yang punya karakter dan cara pandang yang berbeda-beda. Tapi puji Tuhan semua bisa berjalan dengan baik, bukan hanya sebagai tim tapi sudah seperti keluarga juga. Karena rasa sayang dan saling peduli membuat tim ini selalu kompak,” ujar Ruth.

Ruth yang sudah jatuh dengan cintah sepakbola sejak sejak masih SD itu menjadi pilar penting bagi sang juru taktik Priagung untuk menjalankan misinya. Pasalnya, pemain kelahiran 9 Desember 1993 itu Kampung Yoka itu memiliki segudang pengalaman yang mampu menopang keseimbangan tim Sepakbola Putri Papua di PON XX 2021.

Tercatat, Ruth pernah menjadi pemain penting Persidafon Dafonsor Putri, dan Persipura Jayapura Putri. Pemain yang mengidolakan eks stoper Persipura Jayapura Bio Paulin itu juga pernah merengkuh beberapa gelar juara, diantaranya kampiun Kejurda 2010, Runner Up dalam Kejuaraan Ledies International Foodball 2015 serta juara tiga Kejurda 2016.

Ruth juga menceritakan bahwa saat ini mereka telah melakukan try out di Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan menjalani beberapa laga uji coba dengan tim-tim lokal yang ada di Kota Daeng, julukan Kota Makassar.

“Kami sempat melakukan beberapa kali uji coba di Makassar untuk melihat kesiapan kami. Apalagi kami saat ini sedang dalam proses pra kompetisi serta pembentukan kerangka inti dari coach,” pungkas Ruth. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *