Penyekatan di 4 Titik, 16 Warga Terjaring

Operasi Yustisi Penegakkan Instruksi Wali Kota 9/2021 tentang pembatasan waktu aktivitas, penyekatan atau karantina wilayah, dan inspeksi tempat hiburan malam dilakukan di beberapa wilayah di Kota Jayapura, Kamis (6/8) kemarin. (Gratianus silas/cepos)

JAYAPURA- Tim Satgas Covid 19 Kota Jayapura melakukan Operasi Yustisi Penegakkan Instruksi Wali Kota 9/2021 tentang pembatasan waktu aktivitas, Kamis (5/8) malam. Selain itu, dilakukan juga penyekatan atau karantina wilayah dan inspeksi di beberapa tempat.
Ketua Tim Penegak Hukum Satgas Covid 19 Kota Jayapura, Wakapolresta Jayapura Kota, AKBP Supraptono, yang memimpin operasi tersebut, menyebutkan bahwa hasil operasi cukup maksimal dari penyekatan dilakukan di pertigaan APO Misi, pertigaan Hamadi Gunung, pertigaan Ring Road, dan pertigaan Polsek Japsel Entrop, serta inspeksi di tempat hiburan malam seperti bar, panti pijat, dan karaoke.
“Operasi malam ini kita fokus terhadap pelaksanaan PPKM Level 4, terutama pada jam malam yang praktis tidak ada kegiatan. Kita melakukan penyekatan di tempat kerumunan masyarakat setelah pukul 20.00 WIT. Hasilnya cukup maksimal dari penyekatan yang dilakukan hingga pukul 23.00 WIT,” terang Wakapolresta Jayapura Kota, AKBP Supraptono, Kamis (6/8) kemarin.
Dari operasi yang dilakukan, sebanyak 16 orang yang terjaring dan langsung dilakukan rapid test antigen, di mana 15 orang dinyatakan negatif dan 1 orang positif dan dibawa langsung ke LPMP Kotaraja untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kemudian, terdapat 7 tempat hiburan malam (THM) yang disegel selama PPKM Level 4, namun diketahui bahwa salah satu THM masih beroperasi, sehingga akhirnya diberikan surat teguran.
“Tempat hiburan malam kita datangi semua dan seluruhnya kita segel karena memang di masa PPKM Level 4 ini tidak boleh ada tempat hiburan malam yang beroperasi,” jelasnya.
Kasatpol PP Kota Jayapura, Mukhsin Ningkeula, berharap kerja sama dari seluruh masyarakat termasuk para pelaku usaha, khususnya tempat tertentu yang ditutup, yaitu bar, panti pijat, salon kecantikan, fasilitas olahraga, serta tempat wisata, dan taman bermain.
“Kita harapkan kerja samanya semua pemilik usaha itu. Karena saat ini kasus di kota sangat tinggi. Kita masuk zona merah untuk melaksanakan PPKM Level 4 dari pemerintah pusat. Kalau tidak ada kerja sama dari masyarakat dan pelaku usaha, kita akan seperti ini terus. Makanya, kita minta kerja samanya untuk mematuhi Perda 3/2020 dan Instruksi Wali Kota 9/2021, serta penerapan protokol kesehatan,” tambah Mukhsin Ningkeula. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *