Pembukaan dan Penutupan PON Harus Tampilkan OAP

Bupati Jayapura, Mathius Awoituw,SE, M.Si saat berbincang dengan salah satu OAP di Stadion Lukas Enembe, Kamis (6/8). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw melakukan rapat koordinasi dengan bidang acara PON yakni Event Organizer (EO) dan PB PON Papua, terkait acara saat pembukaan PON dan acara seremonial lainnya yang akan dilaksanakan pada saat itu.
“Kami baru selesai lakukan rapat dengan bidang acara EO dan PB PON bagaimana acara seremonial yang mereka rancang,” kata Mathius Awoitauw kepada wartawan di Lapangan Stadion Lukas Enembe, Kamis, (6/8), kemarin
Pihaknya meminta kepada pihak PB PON Papua dan juga event organizer agar menampilkan Orang Asli Papua (OAP), minimal 30% dari sumber daya yang akan dilibatkan dalam kegiatan seremonial pembukaan dan penutupan kegiatan PON. Terutama dalam kegiatan kirab obor PON.
“Mungkin 30% itu orang lokal di sini yang harus tampil,” katanya.
Bukan tanpa alasan, Bupati Mathius meminta hal itu, karena kegiatan PON yang merupakan event empat tahunan itu akan dilaksanakan di Papua sehingga harus ada ada warna Papua-nya.
“Kita ini mau tunjukkan bahwa PON ini ada di Papua,”ungkapnya.
Oleh karena itu, dia berharap, ini perlu ditindaklanjuti. Apalagi kata dia, masih ada sisa waktu bagi pihak event organizer dan PB PON untuk mempersiapkan SDM orang asli Papua yang akan terlibat langsung dalam kegiatan seremonial pembukaan dan penutupan PON tersebut.
“Ada sanggar-sanggar seni dan juga ada band grup lokal di sini, jangan bawa dari luar, kita mau sukseskan dan tingktkn ekonomi juga,”harapnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *