Beasiswa Tidak Jelas, Giliran Kantor BKD Dipalang

Kantor BKD yang ditutup dengan rantai Besi yang dibawa oleh mahasiswa Jayawijaya. (Denny/ Cepos )

WAMENA-Jika sehari sebelumnya kantor Otonom yang dipalang oleh pengusaha asli Jayawijaya, Selasa (3/8) kemarin, giliaran Kantor Bandan Kepegawaian Daerah (BKD) Jayawijaya yang dipalang. Kantor tersebut dipalang oleh mahasiswa yang menuntut pencairan dana beasiswa semester akhir dari Pemda Jayawijaya yang belum diterima.
Ketua Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Jayawijaya di Kota Studi Jayapura Albert Kalolik mengaku memalang Kantor BKD Jayawijaya, karena merasa kecewa dengan sikap pemerintah. Ia mengaku sudah beberapa kali datang untuk menyuarakan kepentingan mahasiswa, khususnya beasiswa studi akhir, tapi tidak ada kejelasan.
“Kita sudah bolak balik Wamena dan Jayapura serta melakukan pembicaraan secara kekeluargaan. Kendala tentang berkas itu memang sudah disampaikan, namun untuk prosesnya tidak ada sampai saat ini,” ungkapnya Selasa (3/8) kemarin.
Ia mengaku sudah mengumpulkan berkas sejak lama, dan ada berkas lagi yang baru dimasukan dua minggu lalu. Jadi, tujuan dari pemalangan ini, pihaknya yang mewakili seluruh Mahasiswa Jayawijaya di seluruh Indonesia ingin memastikan langsung kelanjutannya dari beasiswa studi akhir dari mahasiswa itu sampai dimana.
“Kami ingin bertemu dengan Kepala BKD Jayawijaya, Plt. Sekda Jayawijaya dan Bupati Jayawijaya, karena kami ingin mendengar langsung tindak lanjutnya seperti apa, kalau tidak kantor BKD akan dipalang sampai ada jawaban pasti,”bebernya
Albert Kaliolik mengaku sudah ada pembicaraan antara Plt Sekda dan Kepala Badan Kepegawaian, namun sampai saat ini belum ada jawaban pasti. Dimana berkas studi akhir itu sudah dikumpulkan tahun lalu dan hasil yang dikirim itu hanya 15 orang yang mendapat beasiswa studi akhir.
“Dari 15 orang yang dapat hanya 5 orang yang dikenali, dan sebagian besar tidak dikenali, sementara berkas yang dimasukan hingga mencapai 112 itu tidak ada yang dapat bantuan beasiswa studi akhir,”bebernya.
Secara terpisah Plt. Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, MAP menyatakan masalah ini sementara akan dirapatkan untuk mencari jalan terbaik untuk pemda Jayawijaya, pemerintah tetap melihat dan mendengarkan aspirasi ini, hanya saja masih harus merapatkan.
“Kami tetap dengar dan melihat masalah ini, hanya saja kita perlu rapatkan untuk mengambil keputusan seperti apa menanggapi masalah ini juga,”tutupnya. (jo/tri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *