Pelabuhan Ditutup, Resepsi Nikah Dilarang

Mobil jenazah RSUD Abepura saat membawa jenazah pasien Covid-19 untuk dimakamkan di  Pemakaman Covid-19 di Buper Waena, Distrik Heram, Senin, (2/8). (Noel/Cepos)

Suasana rapat Satgas Covid-19 Kota Jayapura bersama Forkopimda Kota Jayapura dalam evaluasi dan penanganan Covid 19 di Kota Jayapura, di kantor Wali Kota Jayapura, Senin (2/8) kemarin.(Gratianus silas/cepos)

JAYAPURA-Satgas Covid-19 Kota Jayapura menggelar rapat bersama Forkopimda Kota Jayapura, di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (2//8) kemarin. Adapun agenda rapat tersebut ialah evaluasi penanganan Covid-19 di sepanjang Juli dan langkah penanganan sepanjang Agustus ini.

Ketua Satgas Covid 19 Kota Jayapura, yang juga Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., menerima  saran, masukan, serta berbagai aspirasi dari semua pihak. Termasuk tokoh agama untuk kemudian menyepakati poin-poin penting yang menjadi hasil dari pada rapat tersebut.

Poin pertama yang diputuskan, ialah terkait tempat peribadatan yang ditutup sementara sepanjang Agustus ini. Namun, peribadatan dapat tetap dilakukan via streaming. Sama halnya juga dengan proses belajar mengajar (PBM) semua jenjang pendidikan yang masih secara daring.

“Sementara untuk resepsi pernikahan ditiadakan selama Agustus ini. Akad nikah tetap dapat dilaksanakan, namun dibatasi 30 orang saja kehadiran bagi keluarga dekat,” ungkap Benhur Tomi Mano membacakan kesimpulan rapat, Senin (2/8) kemarin.

Kemudian, untuk warung makan dan rumah makan memberikan pelayanan take away atau bawa pulang. Seminar, pertemuan, hingga rapat dapat dilaksanakan hanya melalui daring, seperti melalui zoom atau google meet.

“Transportasi melalui Pelabuhan Jayapura, arus masuk orang dari luar Papua dan lokal Papua dihentikan sementara di bulan Agustus ini. Tidak boleh juga ada demo yang menimbulkan kerumunan banyak orang,” tegasnya.

“Pemberlakuan jam malam aktivitas masyarakat dan ekonomi hingga pukul 20.00 WIT. Kalau ada instansi yang kerja di atas jam itu, maka harus buat kartu ID atau surat izin yang dapat ditunjukkan saat sweeping,” sambungnya.

Kata Wali Kota Mano, pihaknya akan membuka posko PPKM level IV di beberapa titik di Kota Jayapura dalam upaya penanganan Covid 19 yang dilakukan.

“Kesimpulan rapat kita ini juga merujuk pada hasil rapat sebelumnya dalam PPKM Darurat Level 4. Seperti rumah makan diminta take away saja. Kemudian untuk tempat-tempat wisata dan hiburan, seperti pantai, bar, diskotik itu ditutup 100 persen,” tambahnya.

Ini akan ditindaklanjuti dengan operasi yustisi yang dilakukan dalam meninjau ketaatan dari para pelaku ekonomi terhadap kebijakan yang telah disepakati Forkopimda Kota Jayapura.

“Kita operasi yustisi itu tidak hanya penegakkan hukum, melainkan juga melakukan rapid antigen di tempat. Yang positif dibawa ke LPMP untuk perawatan. Sedangkan pelaku usaha akan diberikan teguran lisan dan tulisan, hingga kalau masih bandel akan diberikan sanksi pencabutan izin usaha,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga awal Agustus 2021 jumlah jenazah yang dimakamkan di Pemakaman Covid-19 Buper Waena sebanyak 215 jenazah.

Kordinator Relawan Pemakaman Kuburan Covid – 19  Waena,  Yamamoto Sasarasi menyebutkan, selama dua hari berturut-turut yaitu tanggal 1 dan 2 Agustus, jumlah pasien Covid meninggal dunia yang dimakamkan di Buper Waena sebanyak lima jenazah. Dengan adanya penambahan ini, maka total jenazah yang dimakamkan di Pemakaman Covid-19 Buper Waena hingga kemarin sebanyak 215. “Ini belum termasuk pihak keluarga yang minta paksa pulang dan ada yang dimakamkan di mana, kami juga tidak tahu,” jelas Yamamoto Sasarasi usai membantu pemakaman jenazah pasien Covid-19, kemarin (2/8).

Disinggung soal jumlah relawan, Yamamoto mengakui jumlah relawan saat ini sangat sedikit yaitu 12 orang. Mereka berasal dari berbagai kalangan di antaranya ASN, anggota TNI dan kalangan swasta, yang di tengah kesibukannya bisa meluangkan waktu turun membantu pemakaman pasien Covid-19.    

“Relawan yang bisa hadir sekira 6-7 orang. Jumlah ini sangat kecil, karena satu hari jenazah yang dimakamkan 3-5. Namun pasca Idul Fitri, pernah ada 12 jenazah yang kami makamkan satu hari,” bebernya.

Diakuinya, pemakaman jenazah pasien Covid-19 sebenarnya simpel. Namun karena para relawan harus menggunakan alat pelindung diri (APD), tentunya sangat menyulitkan apalagi saat cuaca panas.

Dengan melihat kondisi saat ini dimana kasus positif Covid-19 masih tinggi termasuk angka kematian pasien Covid-19, Yamamoto meminta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Kami tidak selalu mengabdikan diri kami di sini. Ttolong hargai, kami juga punya keluargga menanti di rumah. Harapan kami, tetap jaga jarak  dan patuhi prokes. Hari ini Covid makin berbahaya, untuk itu mari kita taati aturan,” pintanya. (gr/oel/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *