Kantor Pemkab Jayawijaya Lumpuh

Kantor Otonom yang menjadi Pusat Pemerintahan Pemda Jayawijaya dipalang oleh Kontraktor Asli Jayawijaya karena dinilai Pembagian Paket Pekerjaan tidak adil oleh Pemerintah.(Denny/ Cepos)

Dipicu Pembagian Paket Pekerjaan yang Dinilai Tidak Adil

WAMENA-Aktifitas pegawai di Kantor Pemkab Jayawijaya, Senin (2/8) kemarin, dilumpuhkan oleh Gabungan Pengusaha Kontraktor Asli Jayawijaya, dengan melakukan aksi pemalangan di depan kantor. Para pengusaha putra daerah ini menilai  pembagian paket pekerjaan tak merata kepada pengusaha asli.

  Dari aksi pemalangan tersebut seluruh ASN yang berkantor di Gedung otonom tak diperbolehkan masuk, sehingga banyak yang memilih untuk pulang kembali. Pemalangan ini juga dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Mereka menuntut Bupati Jayawijaya yang harus turun melakukan Audiens dengan para pengusaha.

  Koordinator Gabungan Pengusaha Konstruksi Asli Jayawijaya Imanuel Elosak menilai pembagian paket pekerjaan yang dilakukan Pemkab Jayawijaya tak adil. Aksi pemalangan kantor otonom ini merupakan tidak lanjut dari aksi yang lalu, dan Bupati sudah sampaikan nanti akan diberikan 20 paket pekerjaan diberikan kepada yang melakukan demo kemarin.

  “Realisasinya hanya beberapa teman -teman yang diakomodir, kita ada sebagian besar tidak diakomodir, sehingga kami sepakat mulai saat ini tidak ada aktifitas di kantor otonom sampai pak Bupati memberikan jawaban baru kita bisa buka kembali,”tegasnya Senin (2/8) kemarin.

   Ia menyatakan selama belum ada jawaban aktifitas perkantoran dan pemerintahan yang dilakukan dari Gedung Otonom Wenehule Hubi tidak boleh dilakukan.  Di tempat yang sama salah satu Kontraktor Asli Jayawijaya Jhon Matuan menegaskan bahwa  tuntutan dalam aksi -aksi ini sudah jelas, namun seakan-akan Pemkab Jayawijaya mempermainkan para kontraktor asli Jayawijaya,

  “Kami sudah beberapa kali minta audiensi, namun seperti Pak Bupati main-main kita sehingga hari ini kita tidak segan-segan untuk melakukan pemalangan kantor Otonom dan besok kita juga akan palang kantor DPRD Jayawijaya,”tegas Jhon Matuan.

  Menurut Jhon Matuan, kontraktor yang saat ini bekerja adalah milik pemerintah. “Dia pakai anak daerah disini agar kontrak semua bisa dikerjakan, kita sudah tahu, kami bukan orang yang tidak tahu, kami paham betul masalah ini,”kata Jhon.

   Ia juga menuturkan jika aksi ini akan terus dilakukan sampai ada jawaban dari pemerintah daerah, besok giliran kantor DPRD juga yang akan dipalang seperti ini sampai ada kejelasan dari pemerintah daerah tentang paket pekerjaan. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *