Dipalang, Pembangunan Tanggul Drainase Terhenti 

Pembangunan Tanggul Drainase di Jalan Kamizaun, Kelurahan Muli yang dituntut pemilik hak ulayat.  Pihak kontraktor belum melanjutkan pekerjaan karena adanya pemalangan pekerjaan tersebut.(Sulo/Cepos)

MERAUKE-Pembangunan tanggul drainase  yang dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke di Jalan Kamizaun,  yang ada di SMAN 3 Merauke sampai SMKN 3 Merauke sejak Jumat (30/7) lalu sampai Senin  (2/8) terhenti dikarenakan adanya pemalangan oleh  pihak yang mengaku  pemilik hak ulayat.

  Pihak kontraktor  tidak dapat melanjutkan pekerjaan  karena adanya pemasangan sasi  sebagai tanda pemalangan. Bambang, dari BWS  Papua Merauke ditemui di lapangan, Senin kemarin mengaku  bahwa tidak ada anggaran yang disediakan untuk tuntutan ganti rugi seperti ini.

   “Untuk  tuntutan ganti rugi seperti ini tidak ada anggarannnya,” katanya.

  Sementara  berdasarkan kontrak, proyek tersebut   pengerjaan tanggul drainase  tersebut harus selesai sampai September 2021.  Sementara  Budi, dari PT Tunas Jaya  Irja  yang mengerjakan proyek tersebut menjelaskan bahwa pihak   PT Tunas Irja tidak membayar tuntutan ganti rugi tersebut.

  Sebab, ternyata tuntutan  ganti rugi   ini diajukan oleh 3 pihak. Pihak  pertama saat itu yang mengaku sebagai pemilik hak ulayat  telah diberikan ganti rugi sebesar Rp 7 juta. Kemudian datang pihak kedua  yang mengaku sebagai pemilik hak ulayat dari tanah tersebut mengajukan  tuntutan sebesar Rp 100 juta.

  Kemudian oleh Polres Merauke dilakukan mediasi  antara  para pihak yang melakukan pemalangan  tersebut. Namun saat sedang dalam proses mediasi, ada pihak ketiga lagi  yang  menuntut sebagai pemilik hak ulayat.

  “Jadi kita bingung yang mana pemilik sebenarnya. Karena pihak  pertama mengaku dia yang punya. Kemudian ada lagi pihak kedua dan ketika pihak kedua sementara dalam proses, ada pihak   ketiga lagi  yang mengaku sebagai pemilik hak ulayat,” kata Budi.

  Sekadar diketahui, pada Sabtu  (31/7), kedua belah pihak, penyedia, kontraktor dan  pihak  yang melakukan pemalangan dipertemukan  di Mapolres Merauke. Namun  pertemuan tersebut belum menemukan titik terang. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *