Banyak  Meninggal, Karena Saturasi Oksigen Sudah Rendah 

Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, MT saat menerima Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita dan Direktur RSUD Merauke dr. Yenny Mahuze dan jajarannya di Gedung Negara, Senin (2/8).(Sulo/Cepos)

MERAUKE-Dalam  dua bulan terakhir ini, pasien Covid yang meninggal dunia cukup tinggi.  Terhitung  sejak 4 Juni 2021 sampai 1 Agustus sudah tercatat  91 orang yang meninggal. Dibandingkan dengan 1 tahun perjalanan  pandemi Covid  dari Maret 2020 sampai akhir Mei 2021 jumlah yang meninggal  dunia sebanyak 54 orang.

   Di hadapan Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT, pihak   RSUD Merauke menyampaikan bahwa tingginya angka kematian dalam  2 bulan terakhir ini karena pasien yang  datang ke RSUD Merauke rata-rata  saturnasi oksigennya di bawah 80 persen. “Rata-rata  pasien Covid-19 yang datang dibawa  ke rumah sakit dalam keadaan berat. Karena saturasinya  di bawah 80 persen. Bahkan ada yang  saat datang dibawa, saturnasinya tinggal 40 persen,” kata dr. Sri  Rejeki memberi penjelasan.

   Menurutnya, keterlambatan pasien  dibawa ke rumah sakit tersebut  karena saat merasakan batuk, pilek, dan kemungkinan hilang  rasa. Tapi, tidak segera melakukan pemeriksaan  untuk mengetahui statusnya.  Baru dibawa ke rumah sakit, ketika  sudah berat  yakni saturasi  di bawah 80 persen.

  Selain itu, lanjut dia, bahwa sebagian dari pasien Covid yang meninggal tersebut karena komorbid, seperti gagal ginjal,  diabetes dan komorbid lainnya. “Tapi yang komorbid, rata-rata yang meninggal karena yang diabetes,” jelasnya.

  Dari sisi umur, jelas dia, rata-rata yang meninggal di atas umur 50-an. Namun lanjut dia, ada juga yang meninggal  di usia muda tanpa komorbid. Tapi, saat datang di rumah sakit, saturasinya sudah sangat rendah. “Ada juga  pasien yang tidak jujur. Sudah batuk, kemudian tidak rasa apa-apa, tapi saat ditanya masih menyembunyikan  statusnya,” kata dr Kurmala.

  Karena  itu,  yang harus diperkuat  adalah sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak memandang  remeh Covid-19. Selain itu,  jika sudah merasakan batuk,  penciuman sudah hilang untuk segera memeriksakan diri agar segera penanganan dilakukan. “Hulunya harus  diperkuat. Artinya kesadaran masyarakat tentang Covid ini  harus  terus menerus disosialisasikan kepada masyarakat. Tidak boleh  memandang remeh,”  katanya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *