Yalimo Belum Siap Laksanaakan PSU

Tampak salah satu kompleks rumah dinas Pemkab Yalimo di Elelim yang terbakar, Sabtu (31/7) lalu.(Polres Yalimo for Cepos)

*Hari ini, Jalan Trans Jayapura-Wamena Ditutup
JAYAPURA-Pasca putusan Mahkamah Konsitusi (MK) pada tanggal 29 Juni 2021 atas perkara Perselisihan Hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Yalimo tahun 2020 dengan diskualifikasinya salah satu pasangan calon dan diperintahkan seluruhnya Pemungutan Suara Ulang (PSU), kondisi dan situasi di Kabupaten Yalimo sangat sulit dan belum bisa dikendalikan.
Plh. Bupati Yalimo yang juga Sekda Kabupaten Yalimo, Dr. Isak Yando, SE., M.Si., menyampaikan bahwa berdasarkan rapat koordinasi yang dilakukan pemerintah daerah dengan Kapolres Yalimo dan Dandim 1702/Jayawijaya, Kamis (29/7) lalu, disepakti bahwa Pemerintah Kabupaten Yalimo belum siap melaksanakan PSU sesuai dengan putusan MK.
Sekda Isak Yando menyebutkan ada beberapa hal yang mengakibatkan PSU di Kabupaten Yalimo belum bisa digelar di antaranya situasi keamanan yang belum kondusif dan belum aman, serta aktivitas pemerintahan tidak bisa berjalan dengan baik dan normal.
“Hal lainnya yaitu fasilitas pemerintah, kantor KPU dan Bawaslu Kabupaten Yalimo dibakar habis dan diduduki warga sampai sekarang. Kemudian pemilih atau masyarakat Kabupaten Yalimo yang melaksanakan dan atau memberikan hak suaranya PSU belum aman. Hal lainnya kemampuan Pemkab Yalimo akhir tahun anggaran 2021, belum memungkinkan untuk melaksanakan PSU, dan fokus pada PMK 17 Tahun 2021 tentang dukungan refocusing anggaran Covid-19,” jelas Isak Yando dalam rilisnya yang diterima Cenderawasih Pos, Minggu (1/8).
Dalam kesempatan itu, Pemkab Yalimo menurut Sekda Isak Yando juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat pengguna jalan darat trans Wamena-Jayapura yang melintasi wilayah Kabupaten Yalimo.
Dalam imbauan yang dikeluarkan, terhitung mulai tanggal 2 Agustus 2021, Pemkab Yalimo menutup semementara akses jalan tarns nasional khusus transportasi lintas daerah Wamena-Jayapura wilayah La Pago dan sebaliknya.
“Penutupan sementara itu kami lakukan dengan tujuan menjaga keamanan dan keselamatan serta mencegah penyebaran Covid-19 varian delta di Kabupaten Yalimo dan di wilayah La Pago pada umumnya,” jelasnya.
Selain menutup sementara akses jalan darat, Pemkab Yalimo menurut Isak Yando memperketat keluar masuknya penumpang yang melalui Bandara Elelim.
“Bagi penumpang yang datang maupun pergi melalui Bandara Elelim, wajib menunjukan kepada petugas hasil pemeriksaan antigen/ rapid test dengan hasil non reaktif serta surat atau kartu vaksinasi Covid-19,” tuturnya.
Ditambahkan, dalam keadaan darurat, seperti orang sakit atau pasien rujukan dan kondisi emergency lainnya, diprioritaskan melakukan perjalanan darat maupun udara.
Sementara itu, Polres Yalimo membentuk untuk mengungkap terbakarnya 10 unit rumah dinas di Kabupaten Yalimo, terdiri dari 6 unit rumah dinas pertanian dan 4 unit rumah Setda di Perumahan Pemda Yalimo Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, Sabtu (31/7) sekira pukul 05:40 WIT.
Kebakaran tersebut bermula empat petak rumah di Perumahan Setda Kabupaten Yalimo terbakar, lalu merambet di bagian belakang yaitu di kompleks rumah dinas Pertanian Kabupaten Yalimo. Sebanyak 6 unit rumah yang berdempetan ludes terbakar.
Personel Polres Yalimo yang dibeck up Brimob Polda Papua mendatanggi TKP guna memadamkan api.
Setelah sempat menyelamatkan sebagian barang dari rumah, salah satu pemilik rumah Helion Nekwek menutup akses jalan ke rumahnya dan melarang setiap orang mendekat kecuali keluarga yang merupakan pendukung Paslon 01.
Kasat Reskrim Yalimo Ipda S. Yunus mengatakan, api berhasil dipadamkan sekira pukul 07:00 WIT. Sedang para korban kebakaran berusaha menyelamatkan barang barang yang masih bisa dipergunakan.
“Belum bisa dipastikan penyebab kebakaran, karena masih dalam penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran,” kata Kasat Reskrim saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Sabtu (31/7).
Dikatakan, kurangnya fasilitas pemadam listrik dan tidak tersedianya mobil Damkar sehingga menghambat proses pemadaman. Dikhawatirkan terjadi kebakaran yang terulang kembali.
“Kami sudah bentuk tim untuk mengungkap dua kasus kebakaran yang terjadi di Yalimo, mereka (pelaku-red) bakar sistemnya acak. Sehingga kita masih lakukan lidik,” terangnya.
Sebelumnya, dua kopel rumah dinas Kehutanan Kabupaten Yalimo dibakar orang tak dikenal, Jumat (30/7) lalu sekira pukul 05:30 WIT. Adapun korban yakni Nambo Alitnoe, PNS Dinas Pertanian dan Yohanes Dogopia Komisioner Bawaslu Kabupaten Yalimo.
Sementara itu, Kodim 1702/ Jayawijaya memastikan terbakarnya rumah dinas dalam tiga hari terakhir di Elelim, disinyalir buntut dari pembukaan palang untuk meloloskan 400-an kendaraan yang tertahan di Yalimo.
Diduga, ada kelompok yang tidak ingin palang dibuka hingga melakukan aksi pembakaran.
Dandim 1702/ Jayawijaya, Letkol Inf. Arif Budi Situmeang, SIP mengakui motivasi dari aksi pembakaran yang terjadi selama 3 hari ini ada kelompok yang tidak setuju dengan pembukaan palang yang dilakukan.
“Jadi ada kelompok yang menginkan jalan dibuka kembali dan ada kelompok yang tidak ingin jalan dibuka dan tetap dilakukan pemalangan. Ini masih indikasi awal karena kita tidak tahu apakah ada keterlibatan kelompok lain atau tidak,”ungkapnya saat dihubungi Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Minggu (1/8).
Dandim Situmeang menyebutkan, pembakaran yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir terjadi waktu subuh. Dimana pembakarannya juga hanya satu rumah setiap subuh dan ini sudah berlangsung selama 3 hari secara beruntun. Untuk itu, pihaknya juga sudah mengantisipasi dengan melakukan patroli bersama Polres Yalimo.
“Para pelaku pembakaran ini selalu memperhitungkan keberadaan patroli bersama yang dilakukan. Dimana kalau patroli ada di satu tempat, mereka juga pindah ke tempat yang lain untuk membakar dan langsung ditinggalkan begitu saja,” bebernya.
Dikatakan, meskipun patroli yang dilakukan sepanjang malam hingga subuh, namun masih tetap kecolongan dari aksi pembakaran yang dilakukan oleh orang tak dikenal. Hal ini karena wilayah Yalimo luas sehingga memang agak sulit untuk terpantau semua.
“Kita akui juga ada kecolongan. Karena luas wilayah Yalimo ini ketika kami bergerak ke satu wilayah, maka kesempatan untuk membakar di wilayah lain. Kami sudah mengajak tokoh-tokoh di Yalimo untuk melakukan komunikasi namun mereka juga tidak tahu siapa pelakunya,”bebernya.
Ia juga menegaskan, apabila pelaku ditemukan akan diambil langkah tegas. Karena aksi yang dilakukan ini sudah mengarah ke kriminal. Oleh karena itu pihaknya telah menyampaikan kepada Kapolres Yalimo untuk mengambil langkah lebih tegas menghadapi situasi yang seperti ini agar tidak terus menerus berlangsung.(fia/jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *