Tidak Bernafsu Jadi Kapten di Borneo FC

Boaz Solossa.(Erik / Cepos)

JAYAPURA – Boaz Solossa mengaku tak begitu bernafsu untuk menggunakan ban kapten Borneo FC, meski ia disambut baik oleh manajemen dan pemain Borneo FC tak membuat peraih tiga kali pemain Liga Indonesia itu berambisi menggunakan ban kapten.
Boaz mengaku tak ingin kehadiran dirinya di Borneo FC merusak harmonisasi dalam tim. Bahkan Boaz menegaskan akan menolak bila dirinya ditunjuk menjadi kapten utama Borneo FC. Selama ini, Boaz memang selalu didapuk sebagai kapten dimanapun ia berada, baik di Persipura Jayapura dan skuat Garuda Indonesia.
“Itu bukan tujuan saya, siapapun yang sudah dipilih dalam tim ini, contohnya Javlon, dan ban kapten jika diberikan kepada saya pasti saya tolak, karena jangan sampai ada salah paham. Apalagi saya baru datang dan bergabung terus mereka sudah lama, jadi hal-hal itu yang harus kita jaga, jadi siapa yang sudah ditunjuk sejak awal, jalani saja dan saya akan tetap ikut dan tetap akan membantu tim ini,” ungkap Boaz Solossa kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Minggu (1/8).
Tapi bapa lima anak itu menyebutkan, dengan segudang pengalamannya sebagai kapten ia siap membantu Javlon (kapten) sebagai leadership dalam lapangan hijau. Ia mengaku akan berusaha ekstra untuk memberikan yang terbaik bagi tim berjuluk Pesut Etam itu.
“Biar dia (Javlon) kapten, tapi saya ada di lapangan tentu saya akan berbagi dengan pengalaman yang saya punya, saya akan tetap membantu tim ini karena saya punya jiwa kepemimpinan, saya juga bisa bantu bicara. Contohnya di Persipura ada saya tapi di situ juga ada Ian dan Ricardo yang punya kapasitas untuk bicara karena kita pemain senior yang punya pengalaman,” ujar Boaz.
Boaz juga membeberkan peluang mereka di musim ini (2021), menurutnya, dengan materi yang dimiliki oleh tim kebanggaan masyarakat Samarinda itu mampu mengantarkan mereka berdiri di podium juara Liga 1 Indonesia 2021.
“Materi bagus sekali, tinggal bagaimana apa yang diinstruksikan pelatih bisa dijalankan dan kekompakan dalam tim. Dan liga kalau berjalan dan target saya pasti memberikan yang terbaik, semua pemain sepakbola pasti punya target juara. Dan semua pemain yang pergi juga diganti dengan pemain yang punya kualitas, dan saya optimis kami bisa juara,” pungkas Boaz. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *