Persoalan Kampung Hobong Masih Ditangani Polisi

Eroll Daysiu

SENTANI-Pemilihan kepala kampung di Kampung Hobong dan Kampung Yahim, Distrik Sentani masih bermaslah.
Untuk Kampung Hobong, hasil pemilihan digugat oleh kandidat calon atas nama Syors Sokoi, lantaran pemenang atas nama Abraham Kabey diduga menggunakan ijazah SMA palsu dalam mengikuti pemilihan kepala kampung.
Sampai saat ini, masalah tersebut masih menggantung di Polres Jayapura dan belum ada titik terang mengenai penanganannya.
“Sampai saat ini urusannya masih berada di pihak kepolisian, kami selaku pemerintah distrik sesuai dengan arahan Bupati Jayapura menunggu keputusan dari pihak penyidik,” kata Kepala Distrik Sentani, Erol Daisiu, Jumat (29/7).
Sementara pemilihan Kepala Kampung Yahim, suara terbanyak diraih oleh Deni Monim, kemudian dari masyarakat adat setempat menolak hasil pemilihan itu. Penolakan itu dengan alasan Deni Monim bukan anak asli dari kampung setempat.
Lantas kenapa yang bersangkutan tidak digugurkan sejak verifikasi data awal?. Menurut kepala distrik, sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 112 tahun 2017, tidak ada aturan yang mengatur hal itu. Sehingga dalam hal ini proses verifikasi data kandidat calon atas nama Deni Monim tetap lolos seleksi.
“Tidak ada celah untuk menggugurkan saudara Deni Monim ini. Kita nanti undang di hari Senin atau Selasa, kita lakukan pertemuan dengan seluruh panitia, unsur masyarakat adat dan ketua komisi A DPRD Jayapura, termasuk Kabag pemerintahan,” jelas Eroll.
Saat ini roda pemerintahan di dua kampung itu masih dijabat oleh penjabat pemerintahan kampung yang diangkat oleh kepala distrik. Untuk itu, tidak ada kendala yang berkaitan dengan segala program yang dijalankan di tingkat Kampung selama proses pemilihan dan pelantikan kepala kampung yang baru belum dilakukan. (roy/tho)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *