Penutupan RSUD Mambra Secara Sepihak Dipertanyakan

Suasana Rapat Dengar Pendapat ( RDP) Pimpinan dan Anggota DPRD Mamberamo Raya bersama Bupati, Wakil Bupati dan Kadinkes Mamberamo Raya di salah satu hotel di Kota Jayapura, Sabtu (31/7).(Humas for Cepos)

JAYAPURA-Ketua DPRD Kabupaten Mamberamo Elias Basutey, S.Pd, menegaskan kebijakan Direktur RSUD Mamberamo Raya yang menutup seluruh pelayanan Rumah Sakit sejak tanggal (17/7) lalu secara sepihak, merupakan langkah yang salah. Sebab, penutupan Pelayanan RSUD tanpa melalui Rapat Muspida baik Pimpinan Daerah, DPRD maupun Dinas Kesehatan.
Dari rilis yang diterima Cenderwasih Pos, penegasan ini disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Mamberamo Raya Elias Basutey dalam Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) bersama Pemda, Pimpinan dan Anggota DPRD dan Dinas Kesehatan yang dilaksanakan di Jayapura, Sabtu (31/7).
Menurut Elias Basutey bahwa Bupati dan Wakil Bupati harus serius menyikapi persoalan penutupan pelayanan kesehatan di RSUD Kawera Mamberamo Raya, karena saat ini masyarakat kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.
“Kenapa Direktur Rumah Sakit seenaknya mau tutup RSUD, Kecuali sudah ada rapat daerah oleh seluruh Muspida, dan harus  Bupati dan Wakil Bupati yang perintah baru ditutup. Tapi belum ada Rapat Daerah, Rumah sakit ditutup sepihak saja oleh Direktur. Memangnya itu bengkel mobil atau motor jadi seenaknya mau ditutup?” tegas Ketua DPRD Elias Basutey dalam RDP, Sabtu (31/7).
Dikatakan Elias Basutey bahwa jika alasan Direktur menutup Pelayanan RSUD karena ada tenaga kesehatan yang terpapar covid -19, semestinya mereka Nakes yang terpapar Covid-19 yang diisolasi Mandiri atau dikarantina bukan justru RSUD ditutup.
“Banyak masyarakat telepon, SMS tanya kepada kami Dewan, kenapa Rumah Sakit ditutup tanpa ada pemberitahun terlebih dahulu kepada masyrakat, meskipun ada Puskesmas terdekat tetapi jika ada pasien yang emergency dan membutuhkan perawatan lebih lanjut harus ditangani di RSUD. Sekarang Direktur tutup Rumah Sakit baru dia ke Jayapura, kami Dewan minta Bupati dan Wakil Bupati sikapi persoalan Rumah Sakit ini dengan serius,” tegas Elias Basutey.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Raya Levina Krey yang dikonfirmasi mengakui penutupan pelayanan RSUD Kawera Mamberamo Raya yang dilakukan Direktur sejak tanggal (17/7) lalu.
Menurut Levina Krey bahwa penutupan pelayanan di RSUD tersebut disebabkan karena berdasarkan hasil Swab Antigen terhadap Nakes di RSUD ada beberapa tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Sebenarnya Direktur RSUD tidak boleh mengambil keputusan sendiri untuk menutup pelayanan di Rumah Sakit, seharusnya Nakes yang positif Corona yang harus menjalani Isolasi Mandiri selama 14 hari. Sehingga saya selaku Kepala Dinas Kesehatan mengambil langkah untuk Puskesmas Kasonaweja dan Burmeso untuk mengantisipasi adanya pasien Covid-19 maupun pasien umum,” jelas Levina Krey yang mengaku setelah dua minggu ditutup, RSUD diminta kembali membuka pelayanan mulai Senin (2/8) hari ini. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *