Dosis Pertama Selesai, Siap Laksanakan Vaksinasi Dosis Kedua

Atlet Atletik Papua nomor Lari saat melakukan latihan di Stadion Mahacandra Uncen, Jayapura, Sabtu (31/7). (Erik / Cepos)

KONI Papua
JAYAPURA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua menyebutkan untuk vaksinasi Covid-19 tahap (dosis) pertama bagi atlet, pelatih dan official kontingen Papua yang akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Tanah Papua telah selesai dilakukan.
Koordinator Medis KONI Provinsi Papua dr. Billy Heumese mengatakan bahwa untuk vaksinasi Covid-19 tahap (dosis) kedua bagi atlet pelatih dan official masih dalam proses dan akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Untuk tahap pertama sudah selesai dan untuk tahap kedua masih dalam proses di Jayapura dan pada tempat-tempat Training Center (TC),” ungkap dr Billy kepada Cenderawasih Pos, Minggu (1/8).

Menurut dr. Billy, untuk jumlah atlet yang telah divaksin baik tahap pertama maupun tahap kedua, hingga kini masih sementara dalam proses perekapan data.
“Ada beberapa yang tidak bisa divaksin, karena memiliki riwayat penyakit serta sedang dalam proses pemulihan,” ujarnya.

Ia menjelaskan ada juga yang belum memenuhi syarat untuk vaksin, baik itu ada penyakit bawaan atau yang sedang dalam pengobatan, hal tersebut masih dalam pemeriksaan dan membutuhkan rekomendasi dari dokter spesialis.

“Jadi targetnya sebelum penyelenggaraan PON pada bulan Oktober atlet tuan rumah harus selesai divaksin,”  ucapnya.

Dia menambahkan rencananya yang didaftarkan untuk vaksinasi, total keseluruhan sebanyak 500 orang baik yang ada di Jayapura maupun daerah lainnya, mulai dari atlet, ofisial, pelatih dan pengurus.

Sebelumnya, Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Papua, George Weyasu menambahkan, bahwa vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu persyaratan bagi kontingen untuk mengikuti pelaksanaan PON XX Papua.

“Karena sudah ada edaran dari Kemenpora dan KONI Pusat bahwa semua peserta yang akan mengikuti PON harus divaksinasi. Untuk itu kami berharap atlet, pelatih dan official yang tampil di PON harus divaksinasi,” pungkasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *