Tetap Komitmen Hadirkan Jaringan Telekomunikasi di Daerah Terluar

Gustav Griapon.(Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Kominfo terus berupaya untuk mendatangkan jaringan telekomunikasi di beberapa wilayah yang masuk kategori terdepan atau terluar di wilayah Kabupaten Jayapura. Salah satunya di wilayah Distrik Ravenirara, Kabupaten Jayapura.

“Sebenarnya untuk Distrik Ravenirara, Tahun 2017 lalu saya sudah lakukan survei di daerah tanjung Yagnan yang mereka kasih. Kemudian saat itu saya sudah konsultasikan dengan pihak Telkomsel, tapi dari kawasan itu sangat jauh dari pemukiman penduduk. Kemudian banyak bukit- bukit,” jelas Gustav kepada wartawan di Sentani Kamis, (29/7).

Selain itu, kata dia, persyaratan lain yang harus dipenuhi terkait dengan kehadiran jaringan Telkomsel di wilayah terdepan di Kabupaten Jayapura itu, jumlah konsumen atau pemakai dalam hal ini masyarakat harus melebihi 5000 jiwa. Kemudian di situ juga harus ada pasar, ada sekolah dan juga daya belinya harus mendukung.

“Mereka melihat dari sisi bisnis, untung ruginya, tidak bisa memenuhi,”katanya.

Namun pihaknya tidak berputus asa karena ada upaya lain yang sedang dilakukan oleh Pemkab Jayapura. Awalnya pemerintah juga akan berupaya membangun dengan menggunakan dana Otsus, namun karena dana itu terbatas sehingga opsi itu tidak bisa dilakukan. Namun hal lain yang dilakukan oleh pemerintah saat ini bekerja sama dengan Kementerian Kominfo melalui BAKTI USO yang merupakan program dari aksebilitas teknologi informasi dan  komunikasi.

“Di mana pada 2 Desember 2020, saya dengan bapak bupati dan direktur BAKTI, kami ajukan proposal ke Kementerian Kominfo, surat ditujukan ke BAKTI tembusan ke Kominfo, kami usulkan tower di Ravenirara, Depapre, Yokari, Unurumguay, Lereh, Gresi Selatan dan Airu,” jelasnya.

Kemudian melalui Musrenbang di tingkat kampung dan distrik , pihaknya sudah mengajukan itu ke pusat. Sehingga untuk pemenuhan jaringan telekomunikasi di wilayah tersulit ini tidak hanya melalui program BTS saja, Pemkab juga mendorong pemenuhan kebutuhan internet di sekolah-sekolah dan fasilitas kesehatan yang ada di daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan telekomunikasi dan internet.

“Memang presiden fokus saat ini ke daerah 3T. Sedangkan di Papua itu Kabupaten Jayapura tidak masuk dalam kategori wilayah 3T. Padahal di Kabupaten Jayapura ini banyak wilayah-wilayah yang masuk 3T,” paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya telah mengusulkan kembali daerah-daerah yang masuk dalam kategori 3T itu yang ada di Kabupaten Jayapura. Mulai dari Ravenirara, Depapre, Yokari, Demta, Unurumguay, Yapsi, Kaureh, Gresi Selatan dan Airu.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *