PPKM, Jumlah Penumpang Berkurang 1000 Orang Setiap Hari

Suasana penumpang di Bandara Sentani, Kamis (29/7).Sejak PPKM diberlakukan, jumlah penumpang berkurang sekitar 1000 orang perhari. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Indonesia termasuk Papua, ternyata sangat berdampak bagi dunia penerbangan.

Humas Angkasa Pura 1 Bandar Udara  Sentani, Surya Eka mengatakan, selama PPKM yang diperketat dengan berbagai aturan terkait layanan transportasi udara bagi masyarakat yang hendak bepergian, telah berdampak pada menurunnya jumlah penumpang yang  menggunakan jasa transportasi udara melalui Bandar Udara Sentani.

“Karena pembatasan ini, jumlah penumpangnya turun sekitar 1000-an perhari,” kata Surya Eka ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (29/7) kemarin.

Dia mengatakan, seperti biasanya, ketika waktu normal, jumlah penumpang yang yang datang dan pergi di Bandar Udara Sentani sekitar 2 ribuan orang bahkan lebih. Namun setelah PPKM diberlakukan secara nasional oleh pemerintah, sangat berdampak pada pengurangan jumlah masyarakat yang datang maupun pergi dari Bandara Udara Sentani.

“Pengurangan itu berkisar antara 1000 sampai 1300 penumpang per hari,” bebernya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pengurangan jumlah masyarakat yang menggunakan transportasi udara saat berpergian ini juga ada kaitannya dengan aturan yang diberlakukan oleh pemerintah yang mewajibkan PCR bagi penumpang yang hendak bepergian.

“Apalagi sekarang diperketa,t semua penumpang harus menggunakan PCR,” jelasnya.

Sementara itu untuk maskapai penerbangan sejauh ini yang terdampak karena pembatasan ini hanya pesawat yang melalui rute ke Wamena dan Dekai, yaitu pesawat Wings dan Trigana. Sementara untuk penerbangan keluar Papua hanya mengurangi frekuensi normal kendati demikian untuk penerbangan kargo masih normal. Untuk layanan antigen bagi penumpang masih tetap dibuka, sementara untuk layanan Genose sudah dihentikan oleh pemerintah sesuai dengan instruksi dari Kementrian Perhubungan RI. Dia menambahkan, pembatasan berskala besar di Papua, pihaknya masih menunggu informasi lanjutan dan keputusan dari Gubernur Papua.

“Kalau soal lockdown, kita masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi Papua”tambahnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *