Pemprov Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Dr. Robby Kayame, SKM.M.Kes memimpin apel penerimaan tenaga kontrak Program Tanggap Darurat Covid-19 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua,  Kamis, (29/7) kemarin.(Noel/Cepos)

*Pemprov Rekrut 300 Nakes, dan 50 Dokter, Disiapkan Isi Kekurangan Nakes  di Daerah

JAYAPURA – Seluruh masyarakat baik Orang Asli Papua (OAP) maupun non OAP diharapkan dapat bekerjasama dalam melawan Covid-19,

Kepala Dinas Provinsi Papua Dr. Robby Kayame, SKM.M.Kes mengatakan untuk menangani Covid-19 butuh kerjasama dari hulu sampai hilir, sehingga jika dari hilir masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan  (Prokes) malas tahu dan tidak mau vaksin dan sebagainya maka pihaknya tidak akan mampu melawan Covid-19.  “Bahkan dikasih uang miliaran pun kami tidak akan mampu melakukannya sendiri,” bebernya.

“Jika masyarakat bersikeras untuk tidak mau vaksin, tidak mau menjaga jarak, cuci tangan, menggunakan masker seperti yang dianjurkan pemerintah akan semakin sulit teratasi,” katanya saat memimpin apel penerimaan tenaga kontrak program tanggap darurat Covid-19  Tahun 2021 di halaman, Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua,  Kamis, (29/7) kemarin.

Ia mengatakan jika masyarakat mentaati apa yang disampaikan pemerintah dengan mengurangi aktivitas dengan tinggal di rumah serta melakukan vaksin maka pihaknya yakin Covid-19 dapat dikendalikan dan akan terus mengalami pengurangan. “Saya sampaikan bahwa banyak orang yang tidak melakukan vaksinasi kami temukan terinfeksi covid 19, dan banyak juga yang meninggal itu karena mereka tidak  melakukan vaksinasi maka saya mengimbau kepada masyarakat untuk vaksin lah kami tidak memaksa tapi itu pilihan anda secara pribadi,” katanya.

“Kita kerja siang malam kami capek karena tidak istirahat, harus evakuasi orang meninggal ke kuburan, harus sibuk di rumah sakit evakuasi pasien dari rumah sakit yang satu ke rumah sakit lain, belum lagi kebutuhan obat vaksin dan oksigen Jadi kami pusing, dan karena kerja ini kami sampai lupa keluarga maka saya harap adanya dukungan dari seluruh masyarakat untuk patuhi anjuran pemerintah menerapkan prokes serta melakukan vaksin,” katanya.

Selain itu melihat perkembangan Covid – 19 semakin menggila, rata-rata kasus Covid-19 perhari mencapai 200-300 kasus, daftar kematian bertambah, yang menjalani perawatan di rumah sakit bertambah dan rata-rata di seluruh Papua terus naik, di beberapa kabupaten sudah  masuk PPKM level 4, seperti  Kota Jayapura, Merauke, Mimika. Maka  semua pihak harus bekerja menurunkan level 4 ke level 3, sampai selesai.

Tim ini akan bekerja dengan melakukan vaksinasi dan penyemprotan di kelurahan zona merah dan tim vaksinasi juga sudah jalan dan sudah kerja sama dengan panitia PON dan disesuaikan dengan alur yang ada.

“Kami terus melakukan pemakaman dan kami jemput jenazah di rumah warga dan rumah sakit, rata rata di Jayapura yang meninggal 5 – 10 orang, jadi kalau seluruh Papua, sekira  15 orang per hari yang meninggal,”bebernya.

“Untuk menyikapi kekurangan, maka kami merekrut sekitar 300 perawat, bidan dan analis, juga ada 50 Dokter mereka ini akan kita kirim ke Kabupaten Boven Digoel, Jayawijaya, RSUD Yowari Sentani, dan mereka akan kerja separo waktu selama 14 hari sambil menunggu pemulihan tenaga medis yang terpapar covid. Jadi tugas mereka ini mobile, dimana jika ada rumah sakit yang kekurangan tenaga medis maupun dokter mereka akan mengisi,” katanya.

Dia berharap agar tim yang direkrut tersebut dapat bekerja aktif selama 3 bulan karena mendapat dukungan penuh dari Gubernur Papua Lukas Enembe.

” Target kami dari tim medis dan Dinas Kesehatan Sseptember-Oktober kasus Covid sudah menurun di bawah 10% ini target kami ini dalam rangka mensukseskan PON Papua, maka kami harapkan dukungan masyarakat,  dan kami juga akan menyiapkan tim sosialisasi di media dan baliho pamflet, kami juga berusaha siapkan isolasi terpusat mandiri, kami juga siapkan  obat covid, vaksin, makanan tambahan, tempat tidur dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe melalui Staf Khususnya Elsye Rumbekwan menyampaikan terimakasih atas sikap tenaga relawan dan medis bisa mengambil keputusan dalam penanganan Covid dengan berbagai risiko.

“Ketika melaksanakan tugas, ketika pulang ada orang tunggu di rumah keluarga, anak istri dan saudara, maka jaga kesehatan, mereka juga harus menjaga agar orang rumah tidak terinfeksi jangan lupa berdoa minta perlindungan Tuhan dalam bekerja,” katanya.

Ia juga meminta agar bisa melengkapi diri dengan pengetahuan Covid sehingga berita hoax yang ada bisa diberikan penjelasan yang sederhana dan bisa dimengerti oleh masyarakat. “Berikan pemahaman yang baik soal vaksinasi agar masyarakat bisa memiliki kesadaran tinggi melawan Covid,”tutupnya.  (oel/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *