Dikunjungi Dandim, Ketua DPRD Wacanakan Larangan Miras 

Dandim Dandim 1707/Merauke Letkol  Czi Moh. Rois  didampingi Ketua DPRD Kabupaten Merauke Ir. Drs Benjamin Latumahina saat akan meninggalkan kantor DPRD Merauke, Kamis (29/7) kemarin.    (Sulo/cepos)

MERAUKE-Masalah minuman keras selama ini  telah memberi dampak sosial yang cukup besar  di Papua khususnya di Merauke. Dimana  sebagian  persoalan kekerasan yang  timbul  karena didahului  oleh soal  minuman keras. Baik  pembunuhan,  pemerkosaan, penganiayaan, pengeroyokan dan tindak pidana lainnya.

   Salah satu dari dampak minuman keras tersebut adalah  yang dialami Steven yang diduga dalam keadaan pengaruh minuman keras sehingga diamankan oleh dua oknum anggota Lanud Merauke yang berujung penganiayaan  yang dialami korban.

   Berkaitan dengan itu, Dandim 1707/Merauke Letkol  Czi Moh. Rois  menyambangi Ketua DPRD Kabupaten Merauke Ir. Drs. Benjamin Latumahina. Kepada wartawan sesuai pertemuan tersebut, Benjamin Latumahina  menjelaskan  bahwa dalam pertemuan ini banyak hal yang didiskusikan, salah satunya  adalah bagaimana pemberantasan minuman keras. Karena minuman  keras ini selalu menjadi pemicu berbagai persoalan di Papua khususnya Merauke selama ini.

   “Menjadi tanggung jawab kita semua untuk bagaimana membuat Merauke  menjadi aman, nyaman. Menjadi istana damai dan istana cinta kasih. Tapi ada masalah yang harus kita diskusikan lagi menyangkut Miras yang harus kita prioritaskan, menggarisbawahi   bagaimana penyelesaian. Sehingga miras ini berdampak kepada masyarakat dan langkah-langkah  apa yang harus kita diambi,’’ tandas Benjamin Latumahina.

   Menurut  Politisi Nasdem ini, siapapun yang tinggal di Merauke berkewajiban untuk menjaga  Kabupaten Merauke. “Ini kan ada Perda tentang Miras, sehingga kita harus bahas. Kita juga akan  diskusikan dengan pak Bupati, Kapolres dan Dandim. Ini yang   harus kita bahas kembali. Karena masalah Miras ini merugikan masyarakat kita dan tidak berdampak positif terhadap kehidupan dan generasi sehingga menjadi hal prioritas yang akan kita bahas dan diskusikan bagaimana  menyelesaikannya,” terangnya.

   Ditambahkan, langkah pertama yang dilakukan adalah mendiskusikan  masalah Miras ini dengan Kapolres, Dandim dan bupati,  setelah itu dewan akan mendorong penyelesaiannya. “Karena menyangkut Perda maka kita juga akan diskusikan dengan pak bupati,” pungkasnya. (ulo/tri)    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *