Lambat Urus Dana Bencana, Kepala BPBD Diganti

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si   ketika melantik kepala BPBD Kabupaten Jayapura yang baru, P. Siantar, di ruang VIP Kantor Bupati Jayapura Rabu, (28/7) kemarin.(Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Dalam tahun ini, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si berulang kali merombak jabatan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, hingga beberapa stafnya. Ini karena bupati menganggap mereka tidak cepat dalam hal pengelolaan dana hibah bencana 2019. Di satu sisi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura terus ditekan dan disoroti oleh masyarakat terkait lambannya penyerapan dana hibah bencana dari BNPB senilai Rp 275 miliar.

Karena itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw  melakukan pergantian kepala BPBD Kabupaten Jayapura dari Jhonson Nainggolan kepada kepala BPBD yang baru P. Siantar.

Pelantikan kepala BPBD itu dilakukan oleh Bupati Jayapura di ruang VIP Kantor Bupati Jayapura, Rabu, (28/7) kemarin.

Sebelumnya Bupati Jayapura Mathius Awoitauw juga pernah melakukan pergantian  kepala bidang yang menangani hal-hal yang berkaitan dengan penanganan pasca bencana di Kabupaten Jayapura. Proses pergantian ini tidak terlepas dari capaian kinerja yang dianggap tidak mencapai target bahkan dinilai lamban.

Bupati Awoitaiw juga melantik Kepala Bidang Aset pada bagian Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jayapura yang sebelumnya dijabat oleh Lefinus Ragainaga dan digantikan oleh Seni, ST,MM.

Kepada wartawan di Sentani, Rabu 28/7 kemarin,  Bupati Matius mengatakan, pergantian kepala bidang tersebut bertujuan untuk mempercepat proses pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung. Khususnya yang terkait dengan pengelolaan dana hibah bencana Maret 2019 lalu.

“Lambat-lambat jadi kita ganti terus. Barang gampang, uang sudah ada, apa yang susah,” katanya.

Dia juga menyebutkan, rotasi yang dilakukan pihaknya itu merupakan kebutuhan untuk mempercepat penanganan masalah yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat saat ini. Untuk itu, pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk memenuhi dan mengatasi situasi yang berkembang saat ini.

“Saya berharap ini adalah hal yang biasa di lingkungan pemerintah. Dan kita sudah tahu bahwa pegawai negeri sipil siap ditempatkan di mana saja. Karena itu selalu ada perubahan-perubahan itu. Nanti kita lihat dalam perjalanan selanjutnya,” ungkapnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *