PPKM Mikro Disertai Tracing dari Dinkes

Tracing Covid -19 yang dilakukan Pemda Jayawijaya didaerah padat penduduk beberapa waktu lalu.(Denny/ Cepos)

Angka Pasien Covid-19 Capai 367, Meninggal 14 Orang

WAMENA-Kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang dilaksanakan Pemkab Jayawijaya, dengan memperpanjang penutupan penerbangan penumpang selama 14 hari kedepan, juga diikuti dengan kegiatan tracing oleh Dinas Kesehatan. Tracing   dilakukan di beberapa tempat yang dianggap rawan terjadi penularan.

   Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya dr Willy Mambieuw, SpB  mengaku meski penerbangan penumpang sudah ditutup, namun kasus Covid-19 di Jayawijaya masih terus bertambah. Hal ini disebabkan penularan lokal di Jayawijaya sendiri. Dimana para penumpang yang datang sebelum Bandara Wamena ditutup, banyak yang  tidak melakukan karantina mandiri. Diduga virus sudah menyebar ke orang lain, sebelum muncul gejala.

  “Kebanyakan yang saat ini sedang dalam perawatan rata-rata memeriksakan diri pada saat sudah bergejala, ini terlambat karena sudah menularkan kepada orang lain di sekitarnya, bahkan keluarganya, sehingga kasus Covid -19 di Jayawijaya menjadi meningkat,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (27/7).

  Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan screening di beberapa tempat yang memang daerah padat penduduk seperti sejak awal pandemi Covid -19 masuk ke Jayawijaya, baik di Kota Wamena sendiri maupun ditingkat Distrik, sehingga bisa diketahui dengan jelas tingkat penularannya kepada masyarakat.

  “Lewat surat keputusan yang dikeluarkan Bupati Jayawijaya, maka kita akan melakukan Screening ke beberapa tempat yang penyebaran Covid -19 ini tinggi dalam masyarakat dalam masa PPKM mickro ini ,”jelasnya

  Sebelumnya dalam surat Instruksi Bupati Jayawijaya No. 2 tahun 2021 pada poin ke 13 huruf d,  dimana satgas Covid -19 Jayawijaya melakukan tracing dan PCR/ TCM penanganan pasien melalui isolasi terpusat di tempat yang ditentukan bagi pasien Covid – yang bergejala ringan dan sedang , sedangkan bagi pasien yang bergejala berat di RSUD Wamena.

  “Pemerintah juga mewajibkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di daerah yang terdapat pasien Positif  dengan melakukan koordinasi dengan Kepala Distrik, Kelurahan  dan kepala Kampung setempat,”beber Kadinkes

  Sementara itu dari data yang dihimpun Cenderawasih Pos dari Tim Satgas Covid -19 Jayawijaya per Senin (26/7) kemarin,  jumlah pasien yang dirawat baik di ruang isolasi RSUD Wamena dan diduga tempat yang disediakan pemerintah  tercatat ada 367 pasien yang dirawat setelah ada penambahan 36  kasus baru yang positif terkonfirmasi.

  Sedangkan untuk pasien yang meninggal pada Senin kemarin ada  dua orang, sehingga Komulatif dari 12 orang kini menjadi 14 orang. Jumlah pasien   ini diprediksi akan kembali mengalami kenaikan karena masih ada warga yang saat ini menunggu hasil PCR yang sedang dilakukan pemeriksaan di Lab RSUD Wamena.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *