Penutupan Diperpanjang, Tak Ada Masalah Bagi Trigana

Pesawat Trigana Air Service saat masih beroperasi mengangkut penumpang dari Wamena ke Jayapura sebelum di lockdown.(Denny/ Cepos)

WAMENA – Aviasi Penerbangan Trigana Air Service memastikan tidak ada masalah jika pemerintah kembali memperpanjang masa penutupan Bandara Wamena, khususnya bagi penerbangan penumpang. Sebab saat ini pesawat penumpang yang beroperasi di Wamena masih dalam keadaan belum layak untuk terbang dan pesawat yang digunakan selama ini kembali ke wilayah yang selama ini menjadi tujuannya.

   Manager Trigana Air Service Wamena Michael Biduri memahami bahwa perpanjangan masa penutupan Bandara Wamena dari penerbangan penumpang oleh Pemda Jayawijaya ini untuk kepentingan bersama,  sehingga pihaknya dari Aviasi tetap ikuti ketentuan yang berlaku.

  “Tidak ada masalah kalau penutupan bandara Wamena dari penerbangan penumpang dilanjutkan. Sebab, ini untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (27/7) kemarin

   Menurutnya, saat ini pesawat yang binasanya beroperasi di Wamena juga masih dalam keadaan belum layak untuk kembali terbang. Sementara pesawat yang kemarin ikut melayani di Wamena itu pesawat yang hanya diperbantukan. Jadi, dengan perpanjangan ini maka pesawat penumpang Trigana kembali ke daerah yang tidak melakukan penutupan penerbangan penumpang.

   “Tidak ada pesawat penumpang kita yang dialihkan ke Penerbangan Cargo untuk saat ini, karena pesawat yang membantu penerbangan di Wamena kembali ke Jayapura untuk dioperasikan ke daerah lain seperti Biak, Serui, Pengunungan Bintang,”jelasnya.

   Ia juga memastikan Trigana tidak bisa lagi membawa penumpang dengan status Urgensi ke Jayapura, mungkin kalau ada pasien atau penumpang yang urgen bisa lewat Hercules atau pesawat kecil yang pulang dari Pedalaman Lapago, namun pulangnya kosong biasanya itu bisa membawa penumpang yang  urgensi.

  “Kalau untuk Trigana selama tidak ada pesawat penumpang yang terbang ke Wamena maka kita tidak bisa mengangkut penumpang yang berstatus urgensi dari Wamena ke Jayapura,”kata Michael Biduri. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *