Mulai Serius Wujudkan Akademi Sepakbola dan Atletik

Suasana focus group discussion di Hotel Horison Kotaraja, Jayapura, terkait pembentukan Akademi Sepakbola dan Atletik di Papua, Selasa (27/7).(Erik / Cepos)

PON 2021 Papua

JAYAPURA – Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe memiliki harapan besar untuk menjadikan Papua sebagai provinsi cabang olahraga Sepakbola dan Atletik. Sumber daya manusia serta didukung oleh fasilitas olahraga yang mendukung, membuat orang nomor satu di Papua itu berambisi untuk menjadikan Papua sebagai provinsi Sepakbola dan Atletik.

Merespon harapan besar Gubernur Papua, Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Papua pun mulai melakukan kajian untuk mewujudkan sebuah akademi khusus cabang olahraga Sepakbola dan Atletik.

Dalam focus group discussion di Hotel Horison Kotaraja, Jayapura. Kadisorda Papua yang diwakili oleh Kepala Balai Latihan Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Sonya Monim mengatakan, bahwa mereka akan berupaya untuk mewujudkan keinginan Gubernur Papua soal mengembangkan lebih jauh cabang olahraga Sepakbola dan Atletik di Bumi Cenderawasih.

“Kegiatan kajian pembentukan Akademi Sepakbola dan Atletik berawal dari niat baik Bapak Gubernur Lukas Enembe pada 2019 silam. Beliau waktu itu mengatakan bahwa Provinsi Papua akan membangun sekolah khusus Sepakbola dan Atletik,” ungkap Sonya kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Hotel Horison Kotaraja, Selasa (27/7).

“Kemudian Plt Kadisorda Papua, Alexander Kapisa mengangkat satu kegiatan yang dipercayakan kepada UPT untuk melakukan kajian terkait pembentukan akademi Sepakbola dan Atletik,” ujar Sonya.

Salah satu narasumber atau pemateri, kang Ucup yang juga merupakan Konsultan KONI Papua menyebutkan bahwa untuk menciptakan atlet emas dari cabang olahraga Sepakbola dan Atletik harus ditunjang dengan SDM pelatih yang mumpuni.

“Akademi ini juga tergantung pada kualitas pelatih yang menangani Sepakbola dan Atletik ini, pelatih harus benar-benar terseleksi. Baik dari kompetensi dan pengalaman. Jangan memilih pelatih yang latar belakangnya minimal, kalau bisa maksimal. Dari sertifikat, pengalaman, karena tidak gampang menciptakan atlet Sepakbola dan Atletik yang potensial,” pungkas Ucup. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *