Diduga Korban Curas, IRT Tewas di Rumahnya

Anggota Polsek Jayapura Selatan saat mengevakuasi jenazah Sinto Eko Purwanti (56) korban Curas di rumahnya di samping  Sekretariat PB PON Papua, Distrik Jayapura Selatan, Selasa (27/7).(Humas Polresta Jayapura Kota)

*Perhiasan dan Handphone Korban Raib

JAYAPURA-Diduga jadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) ditemukan tewas di dalan rumahnya di Hamadi tepatnya di Jalan Amphibi No. 44, Hamadi samping kantor Sekretariat PB PON Papua, Distrik Jayapura Selatan, Selasa (27/7) dini hari.

Kapolsek Jayapura Selatan AKP. Yosias Pugu mengatakan, mayat perempuan bernama Sinto Eko Purwanti (56) ditemukan dalam keadaan luka lebam pada wajah dan luka dalam mulut yang mengeluarkan darah.

Menurut keterangan saksi Soedjadi (70) yang merupakan suami korban, awalnya ia hendak bangun karena ingin buang air kecil.

Saksi kemudian membuka pintu kamar, namun tidak bisa dibuka karena dalam keadaan terkunci dari luar. Saksi kemudian memanggil korban yang saat itu tidur di sofa depan ruang tamu.

“Karena korban tidak menjawab kemudian sang suami berinisiatif membuka dengan paksa jendela kamar dengan menendang, sehingga terbongkar lalu saksi keluar lewat jendela kamar,” jelas Kapolsek Yosias Pugu sebagaimana keterangan saksi.

Lanjutnya, setelah keluar dari kamar, saksi kemudian lewat pintu di samping rumah. Karena pintu dalam keadaan terkunci dari luar dengan gembok, saksi kemudian membuka paksa dengan cara menendang dan akhirnya pintu terbuka. Selanjutnya saksi  memutar dari arah samping ke depan rumah dengan maksud masuk ke dalam ruang tamu melalui pintu depan. Rupanya pintu depan sudah dalam keadaan tidak terkunci, selanjutnya ia menyalakan lampu dan mendapati korban sudah tergeletak di lantai dengan posisi menyamping serta bersimbah darah.

Melihat kejadian tersebut, suami korban langsung berlari keluar rumah sampai di pinggir jalan raya dengan maksud meminta tolong kepada warga yang melintas.

Pada saat itu saksi lainnya bersama temannya yang berboncengan dengan sepeda motor melintas di jalan raya kemudian sang suami meminta tolong untuk disampaikan kepada pihak Kepolisian bahwa telah terjadi pembunuhan di rumahnya.

“Saat anggota kami mendatangi TKP, suami korban menyampaikan istrinya dibunuh dan dirampok, karena cincin korban sudah tidak ada, begitupun dengan handphone korban,” jelasnya.

Lanjutnya, setelah dilakukan olah TKP oleh tim identifikasi dari Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota, jenazah dievakuasi ke rumah Sakit Bhayangkara guna dilakukan visum.

“Saat dilakukan Olah TKP diduga pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara melompati pagar dan membuka pintu depan melalui kaca nako di samping pintu. Diketahui adanya barang korban yang hilang berupa satu handphone merk Samsung, satu handphone merk Advance, 1 kalung emas dan 2 cincin emas,” jelasnya.

Adapun kasus penemuan mayat yang diduga korban pencurian dengan kekerasan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Medis RS. Bhayangkara guna mengetahui dengan pasti penyebab kematian dari korban. Kini kasus tersebut dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian untuk mengungkap siapa pelakunya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *