Banyak Terpapar Covid-19, 50 % ASN Diarahkan Kerja dari Rumah

Tampak Kantor Bupati Jayapura terlihat sedikit lengang, sebagian besar ASN diarahkan untuk bekerja dari rumah akibat pandemi Covid-19.(Robert Mboik Cepos)

*Ketersediaan Obat Tetap Terjaga*

SENTANI-Banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN)  di  lingkungan Kantor Bpati Jayapura yang terpapar Covid-19, membuat Pemkab Jayapura mengambil kebijakan agar ASN tetap bekerja, namun dilakukan dari rumah atau work from home dengan sistem online.

Asisten 3 Setda Kabupaten Jayapura, Timotius Demetouw mengatakan, saat ini sekitar 25% saja ASN yang bekerja di kantor. Hal itu setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura mengeluarkan edaran agar 50% ASN di Kantor Bupati Jayapura bekerja dari rumah.

“Sekarang sekitar 25% ASN yang bekerja di kantor, sementara sisanya bekerja dari rumah,”jelasnya.

Karena itu, pihaknya berharap agar ASN yang bekerja dari rumah selama masa pandemi Covid-19 ini supaya tetap maksimal melayani masyarakat meskipun itu hanya mengandalkan sistem jaringan atau online.

Menurutnya, sejauh ini, layanan kepada masyarakat dari sejumlah OPD yang tidak bisa dilakukan di kantor akibat pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih terus meningkat.

Sekadar diketahui, lonjakan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jayapura boleh dikatakan sangat tinggi. Dalam sehari puluhan orang dilaporkan terpapar Covid-19. Kendati demikian, ketersediaan obat yang berkaitan dengan penanganan Covid-19 di Kabupaten Jayapura sejauh ini masih terjaga. Artinya tidak ada indikasi kekurangan obat-obatan yang dibutuhkan untuk penanganan pasien Covid-19.

“Sampai saat ini ketersediaan obat kita masih aman, belum ada indikasi adanya kekurangan obat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura yang juga Juru Bicara Satgas Covid-19,  Khairul Lie ketika dikonfirmasi media ini, Selasa, (27/7).

Dia mengatakan, meskipun jumlah pasien yang terkonfirmasi positif mengalami peningkatan yang sangat signifikan, namun sebagian besar masih bisa diatasi atau ditangani melalui isolasi mandiri di rumah masing-masing. Di mana untuk pasien yang Insoman  ini dikhususkan bagi yang tidak mempunyai gejala atau gejala ringan.

“Mereka tetap diawasi oleh dokter pendamping melalui telepon,” jelasnya.

Untuk diketahui, sampai saat ini, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumah sebanyak 737 orang. Jumlah ini akan terus bertambah jika tidak dibarengi dengan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, termasuk mengikuti program pemerintah untuk menjalankan program vaksinasi yang sementara ini sedang dijalankan oleh pemerintah.

Pihaknya berharap agar program atau penanganan Covid-19 ini ada kerjasama masyarakat dan keluarga terkait dengan penerapan protokol kesehatan.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *