Bansos  100 Ton Beras Segera Dibagikan ke Masyarakat 

Beras 100 ton yang akan segera dibagikan kepada masyarakat saat mulai dikemas dalam ukuran setiap 5 kg, kemarin.   (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Bantuan sosial (Bansos) 100 ton beras yang merupakan  cadangan pemerintah Kabupaten  Merauke akan segera dibagikan kepada masyarakat terutama yang  sangat terdampak dari penerapan PPKM. Kemarin,  beras 100 ton  tersebut mulai dikemas dalam ukuran 5 kg di  Gedung Negara.

   Tak hanya itu, Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, MT, juga memanggil kepala distrik Merauke dan 11 lurah  yang ada terkait data yang  akan menerima bansos  tersebut. Sebab, menurut bupati, data penerima Bansos  ini akan disinkronkan dengan data penerimaan Bansos dari Kemensos  termasuk dengan pemberian  uang tunai  yakni Bantuan Sosial Tunai  (BST) lewat kantor Pos dan bantuan sosial lainnya.

    “Tidak boleh ada yang doubel. Kalau sudah terima PKH atau BST maka tidak boleh lagi  terima Bansos yang akan kita bagikan  ini,” terangnya.

    Dikatakan,  Bansos  ini akan  dibagikan kepada masyarakat  yang ada di kelurahan  maupun pinggir kota sampai  kampung-kampung OAP. “Karena selain beras, nantinya ada juga  dari saudara-saudara kita  yang akan menyumbang dalam bentuk minuman susu sehingga nantinya akan kita bagikan  sama-sama,” jelasnya.   

   Dikatakan, setelah data  penerima Bansos ini sudah sinkron dan  pengemasan sudah selesai maka Bansos beras tersebut akan segera dibagikan kepada masyarakat. Hanya saja, diakui Bupati Romanus  Mbaraka bahwa untuk warga yang  tinggal di beberapa titik yang  secara ekonomi memang  layak mendapatkan bantuan sosial ini  tapi tidak  memiliki identitas atau KTP Merauke, maka tidak akan mendapatkan Bansos ini.

    Namun jika memiliki identitas atau KTP  Merauke, maka  secara otomatis akan menerima Bansos  beras ini. Mereka yang tidak punya identitas atau KTP Merauke tidak mendapatkan Bansos tersebut, karena menurut Bupati  Romanus  Mbaraka, pihaknya  juga akan diperiksa nanti yang semuanya  harus berbasis data KK dan NIK.

   “Karena ini  Bansos,  kita harus hati-hati dalam penyalurannya. Jika tidak punya Kartu Keluarga dan tidak punya  NIK maka sudah  barang tentu tidak mendapatkan. Kalau  secara pribadi kita menyumbang kepada  mereka itu tidak apa-apa,” tandasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *