Penerbangan Penumpang Kembali Ditutup Dua Minggu

Bandara Wamena yang 14 hari ke depan belum bisa beraktifitas untuk penerbangan penumpang lagi sampai 8 Agustus mendatang.(Denny/Cepos)

*PPKM Mikro juga Mulai Diberlakukan
WAMENA– Terhitung mulai Senin (26/7) kemarin, Pemkab Jayawijaya kembali memperpanjang penutupan penerbangan penumpang yang masuk ke Bandara Wamena. Tidak hanya bagi penerbangan pesawat berbadan besar tapi juga penerbangan perintis ditutup sampai dengan 8 Agustus mendatang, sementara untuk pesawat cargo terbang seperti biasa.
Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SH, MSi mengaku setelah disetujui dalam rapat Forkopimda minggu kemarin, maka berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan dan RSUD Wamena, pemerintah memperpanjang penutupan bandara Wamena dari aktifitas penerbangan penumpang lagi selama 14 ke depan lagi..
“Terhitung mulai hari ini (Senin, 26/7), kita perpanjang lagi penutupan Bandara Wamena dari aktifitas penerbangan penumpang, namun untuk penerbangan penumpang yang bersifat esensial dan critikal dikoordinasikan dengan ketua satgas Covid -19 Jayawijaya,” ungkapnya Senin (26/7) kemarin.
Selain kembali melanjutkan penutupan bandara dari penerbangan penumpang, dalam Surat Keputusan Bupati Jayawijaya juga mewajibkan kepada seluruh masyarakat baik yang berjalan kaki maupun yang menggunakan kendaraan melakukan aktifitas di tempat kerja atau tempat usaha, berada di pusat perbelanjaan, pasar, pertokoan dan tempat umum lainnya wajib menggunakan masker.
“Setiap pemilik atau pengelola restoran, cafe, warung makan diizinkan membuka usahanya dengan ketentuan, mengatur jarak meja atau kursi, menyediakan masker baru bagi pengunjung. memprioritaskan pesanan online, membatasi pelanggan 50 persen dari kapasitas yang disediakan,”bebernya
Pemerintah juga membatasi jumlah penumpang dalam angkutan umum, mobil rental paling banyak 50 persen dari daya tamping. Diatur jarak duduk dan menggunakan masker. Dilarang melakukan aktifitas seperti bersentuhan tangan, berpelukan, berebutan, berdesakan dan tidak berkumpul dalam satu tempat.
“Bagi kepala Distrik, Kapolsek, Danramil, Lurah kepala Kampung dan RT/ RW menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara mikro pada tingkat kelurahan dan kampung serta membentuk Posco Covid -19 di Kelurahan,”beber Bupati Jayawijaya.
Ia juga menyatakan membatasi jam operasional atau jam kerja bagi Instansi Pemerintah, Swasta, perusahaan, pusat perbelanjaan , pertokoan, pasar, pedagang kaki lima. Artinya tidak melakukan kegiatan mulai pukul 20.00 WIT, kecuali pelayanan kesehatan umum , Covid -19, apotek, kegiatan kedinasan yang urgen, keamanan, pendistribusian logistik , BBM, Perbankan dan bencana tertentu.
“Untuk peribadatan masih tidak diperbolehkan sehingga akan disiarkan secara virtual baik itu untuk ibadah Minggu maupun untuk Salat Jumat, sementara untuk sekolah tetap dilakukan dengan sistem/pembelajaran dari jarak jauh atau online untuk zona I dan II,” bebernya.
Ia menambahkan satuan tugas Pengamanan Covid -19 Jayawijaya akan melaksanakan operasi terpadu penutupan fasilitas masyarakat diatas pukul 20.00 Wit sampai dengan pukul 06.00 WIT yang didukung aparat keamanan.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *