Di Situs Khulutiyauw, Ditemukan Kerang Laut dan Tulang

Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto bersama masyarakat setempat saat melihat kerang laut dan tulang yang ditemukan di sekitar Situs Khulitiyauw, Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Senin, (26/7).(Yewen/Cepos)

SENTANI-Survei yang dilakukan Balai Arkeologi Papua di sekitar Situs Khulitiyauw menemukan kerang laut dan tulang. Kerang laut ini berwarna putih. Sementara ditemukan beberapa tulang. Tak hanya itu, ditemukan juga siput Danau Sentani.
Balai Arkeologi Papua bersama tim melihat temuan kerang laut ini merupakan salah satu temuan yang menarik, sebab di Situs Khulutiyauw ini selain banyak serpihan gerabah yang ditemukan, tapi ada juga kerang laut. Ini merupakan salah satu temuan yang menarik.
“Ini merupakan salah satu temuan yang menarik, sebab ada kerang laut dan tulang binatang yang ditemukan,” kata Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto kepada cenderawasih pos di Situs Khulutiyauw, Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Senin (26/7).
Menurut Hari Suroto, dengan adanya temuan kerang laut ini menandakan bahwa masyarakat sejak dahulu telah melakukan interaksi dan mobilitas dari Danau Sentani ke masyarakat di bagian pesisir laut, seperti di bagian barat maupun bagian timur.
“Ini menandakan adanya interaksi sosial antara masyarakat yang ada di danau dengan masyarakat yang ada di laut. Artinya sejak dulu hubungan masyarakat ini sudah terjalin,” ucapnya.
Hari Suroto menyampaikan, pola pembuatan gerabah yang dilakukan ini sebenarnya menjadi salah satu alat pertukaran yang dilakukan oleh masyarakat di pesisir Danau Sentani dengan masyarakat yang ada di pesisir laut, baik melalui bagian timur maupun bagian barat.
“Mereka dahulu sudah mengenal pola pertukaran. Sehingga kita bisa menemukan kerang laut ini. Hal ini menandakan mereka sudah mengenal pola pertukaran,” ujarnya.
Hari Suroto menyatakan, masyarakat sejak dahulu tidak hanya mengkonsumsi makanan di danau, tapi mereka juga makan makanan di laut. (bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *